Rabu, 10 April 2013

My Dream Come True (SHINee , Me and My Story) -- Part 1


           Judul       : My Dream Come True ( SHINee, Me , and My Story)

           Author     : Lee Anggik Jinki and Choi Hyuk Ra
           Main Cast : Anggik jinki as Shin Hang Kyung as You
                           Lee Jinki as Onew
                           ReA as Cho Hyu Ra as Shin Hang Kyung's Friend
                           Minho as Choi Minho
           Other Cast : Temukan sendiri.




          Hari yang begitu cerah , secerah hati seorang yeoja manis yang berdiri di balkon kamarnya sambil menghirup udara pagi yang membuat rilex seluruh badannya. Tampak senyum bahagia terlukis di bibirnya. Entah apa yang di fikirkannya, yang pasti dia sangat bahagia saat itu. Dia adalah Shin Hang Kyung. Atau biasa di panggil teman-temannya di Indonesia, Anggie. Yeoja Indo-Korea ini sudah lama tinggal di Jakarta bersama Ayahnya yang memiliki sebuah bisnis besar di Indonesia. Sedangkan ibunya harus tinggal di korea karena urusan bisnis juga.


         Shin Hang Kyung merupakan mahasiswi Universitas Indonesia. Dia sangat pandai dalam 2 bahasa tentunya (Korea dan Indonesia). Itulah mengapa ia kini merasa beruntung bisa mewakili kampusnya untuk pertukaran pelajar ke Seoul.Sebab itu, raut mukanya saat ini sungguh cerah. Ini bagai mimpi di siang bolong bagi Hang Kyung direkomendasikan oleh kampusnya untuk terbang ke Seoul akhir bulan ini. Tapi, tebersit perasaan sedih dan khawatir karena ia harus meninggalkan adiknya, Shin Hoo won yang berumur 14 tahun. Memang selama ini Hang Kyung-lah yang menjaga dan menemani adiknya. Hoo Won yang sudah menjadi sahabatnya sekaligus teman curhatnya, pasti akan merindukan sosok adiknya tersebut jika ia harus tinggal di Korea. Yah, Ayah Hang Kyung yang notabene pemilik bisnis terbesar memang jarang sekali ada di rumah. Tapi, mau bagaimana lagi , pergi dan belajar di Korea adalah impiannya. Sekaligus di Korea , dia ingin sekali melepas rindu kepada ibunya. Apa lagi dia adalah Fans grup salah satu Boyband terkenal di Korea. Yang tak lain adalah SHINee. Itu juga, yang menambah minat dan semangat Yeoja manis ini pergi ke Korea.


Waktu yang dinantikan tiba. Tepat pukul 10.30, Hang Kyung sudah bersiap di Bandara Soekarno-Hatta. Terlihat Tuan Shin seorang pengusaha sibuk tersebut menyempatkan waktu untuk anak perempuannya ini, mengantar kepergian putrinya ke Seoul. Hoo Won pun yang sedari tadi menggandeng manja lengan eonnie-nya mengantar kepergian Hang Kyung. Tas miliknya yang juga sedari tadi dibawa oleh Hoo Won diberikannya kepada eonnie-nya. Linangan air mata Hang Kyung tak dapat dibendung lagi. Dia pasti akan merindukan Tuan Shin dan adik kesayangannya itu, Shin Hoo Won. Melihat itu, Shin Hoo Won menenangkan Hang Kyung dan mendekap erat eonnie-nya.Setelah itu, melepaskan pelukan adiknya. Dan berganti memeluk Ayahnya. Di tengah-tengah isakan Hang Kyung ,Shin Hoo Won mulai angkat bicara.


"Eon, Hati-hati, ne di sana! Kalau Eon, rindu sama adikmu yang ganteng ini, tinggal "Skype" aku. Arrasho?" ,Kata Hoo Woon disertai tangan yang membentuk huruf "V" di dagunya, menunjukkan ke-sok cool-annya. Hal itu membuat isakan Hang Kyung berhenti dan berganti dengan tawa.


"Haha. . Arra! Arra!", jawabnya sambil mencubit perut Shin Hoo Won.


"Yaak! Appo!", rintih adiknya karena ulah Hang Kyung. Hoo Won seketika langsung mempoutkan bibirnya kesal. Hal itu tak membuat Hang Kyung merasa bersalah, malah gemas dibuatnya.


"Haha, Mianhae. . " Jawab Hang Kyung tak bersalah.


“Eon, nanti kalo ketemu SHINee, minta tanda tangan tau foto bareng sama mereka trus jangan lupa SMS aku, ne?" kata Hoo Won, yang memang mengetahui kalau Hang Kyung sangat menyukai Boyband tersebut. Apalagi Hoo Won juga seorang Fanboy grup tersebut.

“Hahaha, ada-ada saja kamu, Hoo Won~” jawabku menimpali permintaan adikku dan mengacak rambut Hoo Won gemas. Yang diacak-acak rambutnya hanya tersenyum.


"Nak, penerbangan ke Seoul akan segera berangkat. Palli, masuk!" Kata Tuan Shin pada anak perempuannya. " Ne Appa! Bye!" , Jawab Hang Kyung sambil mencium pipi kiri dan kanan Appanya sebelum melenggangkan kakinya masuk dan memberikan passport kepada petugas bandara.

Setelah Hang Kyung masuk ke dalam pesawat, dia memilih tempat paling depan dan memilih duduk disamping jedela. Dia ingin melihat pemandangan Indonesia, negeri yang pasti akan dirindukannya. Tepat pukul 11.00 pesawat yang ditumpangi take off. Dalam perjalanan, Hang Kyung selalu berdoa agar dia selamat hingga tujuan. Dia terus membayangkan bagaimana dia nanti di Korea. Selain bertemu dengan ibunya. Tiba-tiba, terbesit bayangan bisa bertemu dengan grup favoritnya, SHINee. Tapi, itu sungguh mustahil, mereka sangatlah sibuk dengan pekerjaannya. Untuk menghentikan aktivitas berkhayal bertemu idol favoritnya itu, iapun kemudian memasang headphone "b" putihnya di kedua telinganya. Tak lama Hang Kyung pun mulai memejamkan matanya, tertidur.


One Month Later . . .


Sekarang sudah hampir satu bulan Hang Kyung berada di Incheon, Seoul, South Korea. Setelah tiba di Incheon, tujuan utamanya ialah menjenguk ibunya untuk melepas rindu. Dia hanya tinggal beberapa hari di rumah ibunya, karena ia lebih ingin mandiri dan memilih menetap di asrama saja. Hang Kyung memang tipe yeoja seperti itu.


Dan kini, Hang Kyung ditugaskan untuk belajar di Universitas Konkuk. Hang Kyung tahu bahwa Universitas ini merupakan tempat dimana salah satu member SHINee yaitu Choi Minho menempuh ilmunya. Selama dia kuliah di Konkuk, belum sekalipun dia melihat idolanya tersebut. Mungkin namja itu memang sibuk dengan urusannya menjadi artis dan jarang sekali ke kampus karena padatnya jadwal syuting boybandnya.


"Sial sekali. Di siang bolong begini udara yang seharusnya panas, tapi kenapa dingin sekali?", runtuk Hang Kyung yang sedari tadi menggosok-gosokkan tangannya agar terasa lebih hangat.


Mungkin itu terjadi karena saat ini di Incheon memang sedang terjadi musim salju. Musim yang tak pernah dirasakannya di Indonesia. Di rekatkannya jaket super tebal yang telah dibelinya kemarin bersama teman kenalannya di Seoul Eun Seo dan Ji Eun. Selama tinggal di Seoul, Eun Seo dan Ji Eunlah yang selalu menjadi teman ngobrol serta senda guraunya. Mereka juga baik sekali kepada Hang Kyung.

Tak dihiraukannya udara yang sedari tadi menusuk-nusuk kulit Hang Kyung yang di selimuti jaket tebal itu. Karena yang ia rasakan saat ini adalah perutnya yang berkicau-kicau ingin makan. Hang Kyung terus menelusuri jalan menuju sebuah kantin yang ada di Universitas tersebut. Sesampainya di kantin, dia memesan makanan favoritnya, Yup! Mie Ramen. Setelah pesanannya sampai, disergaplah mie ramen panas yang Hang Kyung pesan itu. Dirasakannya memang paling enak makan Ramen panas dengan udara sedingin ini. Ketika asyik-asyiknya dia melahap Ramennya tanpa tersisa hingga air ramennyapun ikut ia teguk. Terdengar teriakan-teriakan histeris para yeoja kepada seseorang yang dirubunginya. Terlihat juga gerombolan mahasiswa laki-laki, sekitar 18 orang tengah menggerombol bagaikan benang yang kusut. Karena penasaran, dihabiskannya makanan itu oleh Hang Kyung dan bergegas menuju kerumunan orang-orang yang ramai mengrumuni seseorang itu.

Hang Kyung yang penasaran mencoba berjinjit untuk melihat, namun, tak bisa, maklumlah, tubuh Hang Kyung yang pendek tersebut tak bisa menjangkau tinggi namja-namja dihadapannya. Apalagi yeoja-yeoja yang histeris terus berdesak-desakkan agar bisa mengambil foto seseorang yang dikerumuninya tersebut. Itu membuat yeoja itu sedikit limbung karena dorongan yeoja-yeoja disamping kiri dan kanannya. Hang Kyung tidak menyerah, dia mencoba menerobos kerumunan itu. Setelah usahanya berhasil untuk menerobos kerumunan itu.


Tiba-tiba tubuh Hang Kyung sejenak membeku, dia tak percaya apa yang ada dihadapannya sekarang. Jantungnya berdegup tak beraturan tak sesuai irama. Hang Kyung menutup mulutnya dengan kedua tangannya tak percaya.


“Oh, Tuhan, mungkinkah ini mimpi?Itu Min. .MinHo! Minho Oppa!” teriak Hang Kyung dalam hati. Tiba- tiba Hang Kyung merasa ada yang aneh, kenapa orang-orang langsung memandangnya dengan raut tak ia tahu artinya. Oh, sekarang ia tau, ia sadar ia tak teriak di dalam hati.


Yups! Betul sekali! Hang Kyung memang benar-benar berteriak. Tak dihiraukannya teriakkannya tadi. Hang Kyung kemudian mencoba mendekati namja itu sambil memegang ponselnya yang sudah siap di tangan untuk memotret namja dihadapannya, Choi Minho. Tapi nasib tak berpihak pada Hang Kyung sekarang. Baru saja ia mau memotret, ia sudah di disenggol oleh yeoja-yeoja disamping-sampingnya. Dan itu membuat Hang Kyung jatuh terduduk ke belakang kerumunan. Alhasil, Tak seanggota badanpun dari idolanya itu yang tertangkap kamera ponselnya. "Aish! benar-benar sial!" , cercahnya dalam hati.


Malam hari di asrama Hang Kyung setelah pulang dari kuliah. . .


Tampak seorang yeoja sedang memasang muka sebalnya karena kejadian tadi siang di Universitasnya.

"Aissh! padahal ada kesempatan melihatnya, tapi tak seanggota tubuhpun tertangkap kamera, payah~ Kalo saja, tidak karena yeoja-yeoja yang menyenggolku tadi sampai jatuh, pasti aku sudah dapat foto Minho oppa~ ", ocehnya sambil memandang layar ponselnya yang menunjukkan gambar kaki-kaki yeoja-yeoja yang mengerumuni idolanya itu plus lantai, tempat ia jatuh akibat yeoja-yeoja itu.

"Ahh~ lebih baik aku mandi saja. . badanku terasa pegal-pegal. .arghh~", Lanjutnya dan beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi ia memutuskan untuk berbaring di sofa depan televisinya.


Sebenarnya Hang Kyung agak sedikit tidak enak badan, mungkin karena dia belum terbiasa dengan cuaca yang ada di seoul. Apalagi tadi pagi dia belum makan, dan baru makan tadi siang itu saat di kampus. Malam ini, di kamar asrama, Hang Kyung seperti orang mati. Hang Kyung tiba-tiba tak kuat bangun karena badannya yang terasa pegal dan tidak enak. Tak lama, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar asrama Hag Kyung.


tokk! tokk! tokk!


Dengan langkah gontainya, Hang Kyung menggapai pintu dengan malas. Sebelum menggapai gagang pintu, dia berhenti. Kenapa malam-malam begini ada tamu. Padahal ia ingin sekali berbaring. Badannya terasa pegal semua.


"Chogiyoo~" terdengar suara orang yang mengetuk itu.

Hang Kyung tersentak. Itu suara namja. Hang Kyung takut dengan namja yang belum ia kenal itu. Apalagi di Seoul ia hanya berteman dengan teman yeoja yaitu Eon Seo dan Ji Eun. Alhasil ia tidak membukakan pintunya dan balik bertanya.

“Nuguseyo?” tanya Hang Kyung dengan suara seraknya tanpa membuka pintu asramanya. Hang Kyung juga takut namja yang dibalik pintu itu penguntit. Tahu sendiri kan , kalo di asrama Hang Kyung adalah khusus untuk para yeoja.


“Mianhae, mengganggumu malam-malam , saya tidak akan macam-macam dengan anda, ini penting nunna, jebal, bukakan pintunya ” jawabnya suara namja itu.


“Ehm . .n. .ne, Cangkhamanyeo!” Jawab Hang Kyung. Dengan badan yang lemas ia membuka pintu kamar asramanya.

“Geure~” kata namja itu.

Kreek~ 


"Mianhaeyo, Nuguseyo?" tanya Hang Kyung dengan suara seraknya,  akibat ketidakenakan badannya pada orang yang di hadapannya kini yang sedang memakai jaket tebal dengan masker yang menutupi mulutnya tak lupa dengan kaca mata hitam, seperti orang yang menyamar.


"Em, Joh neun Minho imnida. Aku datang ke sini untuk memberikan dompet yang tidak sengaja anda jatuhkan di kampus tadi. Karena di dompet tersebut ada kartu nam. .” Belum selesai namja itu melanjutkan kata-katanya. Hang Kyung tiba-tiba tak sadarkan diri.


Memang saat Hang Kyung mebuka pintu, ia agak samar-samar mendengar suara atau melihat orang yang dihadapannya itu. Ia tidak tahu persis siapa yang dihadapannya. Itu karena pandangan mata Hyu Ra yang tiba-tiba kabur dan kepala Hang Kyung yang tiba-tiba terasa sakit.

Melihat hal itu, tanpa basa-basi, Namja itu membawa tubuh Hang Kyung ke rumah sakit.

Sesampainya di Incheon Hospital . . .

Mata Hang Kyung sayup-sayup membuka dengan perlahan-lahan dan mulai mengedarkan pandangannya ke ruangan serba putih yang ia tempati itu. Ia bingung, sekarang ini dia ada dimana? kenapa sampai ke sini? apa yang terjadi? Saat ini kepalanya benar-benar sakit.


Sreeekk~ (Terdengar suara orang yang membuka pintu kamar itu) 


Taemin to the Baekhyun to the Chen

Siapakah yang datang ke kamar Hang Kyung dirawat?
Kita liahat di next part selanjutnya . . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar