Selasa, 23 April 2013

CRUSH -- Chapter 1


Judul : Crush 
Author : Choi Hyuk Ra (Rentika)
Genre : Romance , Hurt.
Inspired from  : Song of Sandeul - Crush
Cast : D.P as Song Hyun Yoo as You
           Yesung as Kim Jong Woon
           Donghae as Lee Donghae
Other Cast :  - (temukan sendiri)




" Apakah kau tahu apa yang aku pikirkan? Sudah lama aku menyukaimu dan kamu tak pernah tahu . Selalu berpikir dan berpikir haruskah aku mengatakan perasaan ini padamu atau tidak."

                             __Kim Jong Woon__
" Aku tak bisa menjagamu untuk selamanya. Mianhae but Saranghae Hyun Yoo"
                             __Lee Dong Hae__
Seoul , South Korea

Awan biru menghiasi langit seoul pagi ini.  Walau cuacanya sediit dingin menusuk kulit, tapi, tak menyurutkan kerumunan orang yang berjalan menelusuri jalan setapak di pinggir jalan itu ,untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang mereka lakukan. Deretan toko berbaris rapi menghiasi kota itu. Di sertai dengan gedung megah yang tinggi menyundul langit, seakan menambah pesona kota bernama Seoul. 


Seorang Gadis bermantel merah panjang , bersyalkan syal rajutan halus berwarna abu-abu tua, jeans warna hitam panjang yang menutupi kaki mungilnya , rambut pendek sedikit blow-nya ditutupi dengan  topi rajut warna merah yang ia gunakan untuk menghangatkan kepalanya , sungguh menambah kemanisan gadis yang saat ini sedang berjalan menelusuri sebuah jalan setapak pinggir jalan . Sebelah tangannya memegang ponsel yang ditempelkan ke telinga, dan tangan yang sebelah lagi bergelantung tas hitam kecil.  Yeoja itu adalah Song Hyun Yoo. Wajah Hyun Yoo sangat senang mendapati telpon dari seseorang yang saat ini menelponnya. Saat ini orang yang terakhit ia ajak bicara adalah Kim Jong Woon , sahabatnya. Tak banyak berubah dari mereka berdua, pertengkaran kecil mereka anggap sebagai gurauan saja.


Ada perkataan jika " Seorang yang hanya bershabat suatu saat akan berubah jadi cinta ", hal itu yang Jong Woon rasakan sekarang. Ia mencintai yeoja ini . Tapi, Ia tak bisa berbuat apa-apa karena hati yeoja bernama Song Hyun Yoo itu sudah ada yang memiliki. Namja yang beruntung mendapatkan hatinya ialah Lee Donghae. Lee Donghae si namja tampan yang mempunyai kharisma , seakan bisa melelehkan batu es di kutub utara.

In the Blue Ocean Restaurant

Sementara itu di sebuah restaurant, duduk seorang namja tampan berkharisma . Dia Lee Donghae.  Ia  terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri. Memandang jalan di balik kaca jendela restaurant yang ada di sampingnya  Seperti ada beban berat yang sulit ia keluarkan dan diutarakan pada yeojanya nanti. Yeoja yang sudah menjalin hubungan selama 1 tahun dengannya. Tapi, sama sekali belum ia kenalkan pada orang tuanya. Yeoja itu Song Hyun Yoo.


"Klinting~ Klinting~"


Suara bel resataurant yang sengaja di gantungkan di atas pintu, menandakan ada pelanggan memasuki restaurant itu untuk memesan makanan. Tak ayal, Lee Donghae langsung menoleh ke arah sumber suara. Tampak seorang yeoja cantik berambut pendek menghampiri namja tersebut. Yang ternyata adalah Song Hyun Yoo, gadisnya. Yeoja yang sebelumnya sibuk menempelkan ponsel di telinganya. Kemudian mulai menutup saluran telpon, sebelum masuk ke dalam restaurant . Hyun Yoo menghampiri namja yang duduk tak jauh dari arah ia berjalan.  Senyum manis terpancar dari bibir manisnya. Lee Donghae pun membalas semyuman itu tak kalah manis.


" Apa aku membuatmu menunggu? Mianhae, karena aku . .", ucap Hyun Yoo mempoutkan sedikit mulutnya dan sedikit menunduk.


" Gwenchana, aku  datang 1 menit yang lalu " cegat namja bernama Lee Donghae berbohong. Seulas senyum manis ia hantarkan pada yeojanya. 


Namja bernama Lee Donghae itu mengangkat tangan dan memanggil  pelayan untuk memesan makanan. Seorang pelayan kemudian menghampiri kedua pasangan tersebut.


" Permisi, mau pesan apa? " , tanya pelayan itu pada mereka berdua dengan ramah.


" Aku pesan lemond tea saja " , ucap Lee Donghae.


" Eoh? kenapa cuma pesan minuman ? Oppa ~ nanti oppa akan sakit jika tak makan. Lihatlah ! badanmu semakin kurus saja. Dan kau terlihat sedikit pucat.  " ucap Hyun Yoo pada namjanya dengan raut penuh kekhawatiran. Sejurus kemudian Lee Donghae mendekap tangan Hyun Yoo yang tergeletak di meja dengan halus penuh kasih sayang.


"Gwenchana chagi,  Melihat wajahmu cantikmu saja saat ini, sudah membuat rasa laparku menghilang .", gombal Lee Donghae dengan senyuman mautnya seraya menggenggam tangan Hyun Yoo.


" Aish~ oppa ~ " , ucap Hyun Yoo menunduk , berusaha menyembunyikan rona merah yang muncul di pipi putih halusnya. Satu tangan kirinnya mulai bergerak memegang pipi . Sedangkan tangan kanannya masih di genggam oleh Lee Donghae. Lee Donghae sangat senang menggoda yeoja yang ada dihadapannya saat ini. Rona merah yang keluar saat ni di pipi yeojanya, menurut Donghae terlihat lucu dan manis.

  
" Ehem.. permisi , klo nona mau pesan apa? "  tanya pelayan itu pada Hyun Yoo.  Menyadarkan Hyun Yoo bahwa ia belum memesan makanan. Kemudian segera melepas tangannya yang di genggam Donghae . Setelah itu,  melihat menu yang di sediakan di atas meja.

" Oh? ehmm . . aku mau pesan tiramisu coklat saja. " jawab Hyun Hyo setelah mendengar pertanyaan pelayan itu. 


" Baiklah, ditunggu sebentar. Saya permisi." , ucap pelayan itu.


" Ne ", jawab Hyun Yoo dengan senyum ramah pada pelayan itu dan sejurus kemudian mengalihkan pada namja yang ada di depannya. Secuil senyuman tampak di bibir yeoja itu, ketika mereka saling pandang dengan intens. Seperti meluapkan rasa rindu mereka satu dengan yang lain.


            Tak lama pesanan merekapun datang. " Gamsahamnida" , ucap Hyun Yoo pada pelayan. Hyun Yoo kemudian memakan tiramisu coklat yang ia pesan tadi. 


" Ehmm. . Mashita. ." ,lahapnya menyendok tiramisu dengan sendok kecilnya. 


Lee Donghae melihat intens tingkah yeoja yang ada di depannya sesekali tersenyum dan terkadang terlihat murung karena ada sesuatu mengganjal  yang ingin ia sampaikan kepada yeoja itu. Tapi, apakah sekarang waktu yang tepat? Pertanyaan itu terus berputar dalam otaknya. 


#FLASBACK ON


" Tn. Lee Donghae, Kanker anda akan memasuki stadium akhir .Kanker otak anda semakin menjalar ke bagian yang lain.  Saya sarankan supaya anda segera melakukan operasi. Walaupun, kemungkinan berhasil hanya 40 persen. " ,terang Uisanim kepada Lee Donghae.  


Glek! betapa terkejutnya Lee Donghae saat uisa menvonisnya menderita kanker otak stadium akhir. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Selama ini dia pikir ,  pusing yang suatu saat ia rasakan hanya disebabkan karena ia kelahan. Dia juga terkadang sering muntah jika pusingnya menekan kepalanya. Tapi, semuanya hanya ia anggap biasa.  Tak terpikir olehnya jika dia menderita kanker otak dan sudah stadium akhir.


" Obat ini akan membantu anda sementara , jika suatu saat penyakit anda kambuh. Dan saya sarankan jangan terlalu banyak pikiran karena itu akan berpengaruh pada kanker otak anda" ,kata uisanim sambil menyerahkan botol kecil yang berisi pil itu pada Lee Donghae.


"Ne, uisa. . Gamsahamnida ." , ucap Lee Donghae mengangguk memberi hormat dan beranjak dari duduknya keluar dari ruang itu. 


Keluar dari ruangan , rasanya kaki Lee Donghae sulit sekali untuk di gerakkan. Berjalan sedikit sempoyongan . Dia mencoba menyanggah badannya itu dengan dinding yang ada di sebelahnya. Kata-kata dari Uisa selalu terbayang-bayang di pikirannya.  Tiba-tiba, perutnya terasa ingin mual ,seperti ingin mengeluarkan isi yang ada diperutnya saat itu juga. Segera, ia pergi ke toilet . Dia buka pintu toilet dengan kasar. Dibukanya kloset dan dikeluarkannyalah isi yang ada di perutnya. Tak lama, rasa pusing yana amat sangat muncul, seakan ada batu yang menghujam kepalnya ini dengan sangat keras. Keringat bercucuran. Nafasnya tersengal-sengal. Kemudian ia telan obat yang diberikan uisa padanya itu dengan paksa tanpa air.


#FLASBACK OFF


" Oppa!" , sontak Lee Donghae tersentak dari lamunannya saat itu.


" Oh? Ne? " , Lee Donghae tersentak dan mengalihkan pandangannya ke yeojanya saat ini.


" haaaaaahhhkk~ . ." , Hyun Yoo mengarahkan sendoknya ke arah mulut Lee Donghae. Melihat tingkah yeojanya, Donghae tersenyum, dan mulai membuka mulutnya untuk menerima makanan yang akan disodorkan ke mulutnya itu. Tapi, bukannya masuk ke dalam mulut Donghae, Hyun Yoo malah membalikan sendoknya ke mulutnya sendiri. Membuat orang yang digodanya saat ini terlihat sedikit kesal.  " hahahaha.... " , tawanya kemudian. " Kau sangat lucu oppa . . hahaha", tawanya lagi.


" Yak! Aish ! Benar-benar. Kau sudah pandai menggodaku rupanya chagiya. ." , ucap Donghae dengan smirknya yang cool. Muncul ide dalam benak Lee Donghae. Donghae langsung  memajukan wajahnya ke Hyun Yoo.  Yang memang mejanya tidak terlalu lebar sehingga Donghae bisa menggapai  wajah Hyun Hyo dengan mudah. Reflek! Hyun Yoo memundurkan sedikit badannya , terlihat rona merah juga tergambar di wajah Hyun Yoo .Degup jantungnya juga tak beriringan sesuai irama saat ini.


"Sebagai hukumannya . . ." ,Donghae tak melanjutkan kata-katanya. Wajah Lee Donghae mulai mendekat. Sehingga menyisakan sedikit jarak di antara mereka. Melihat wajah Donghae yang semakin dekat. Hyun Yoo sedikit kaget dan mulai menutup matanya seakan tahu apa yang selanjutnya terjadi. Tapi, tampak Lee Donghae tersenyum, saat melihat Hyun Yoo memejamkan mata. Sejurus kemudian .."Chup!"  Lee Donghae hanya mencium lembut dan singkat pipinya. Lalu, dia mulai membisikan sesuatu di telinga Hyun Yoo, membuat Hyun Yoo sedikit bergidik , " Chagiya, jangan berpikir macam-macam" , godanya dengan smirk khas Lee Donghae. Setelah itu, memundurkan wajahnya ke tempat semula. 


" Yakk! Oppa!! " , teriak Hyun Yoo kesal karena dia dikerjai balik oleh namjanya. Dia mempoutkan bibir manisnya itu disertai dengan rona merah yang menghiasi pipinya. Membuat Lee Donghae semakin gemas dibuatnya.  "hahaha... lihatlah pipimu ! kau tampak lucu" , ucapnya menertawakan Hyun Yoo seraya mencubit gemas pipi Hyun Yoo. "Aissh! Appoo!" keluhnya sambil memegang pipi yang telah sukses dicubit oleh Lee Donghae. Merekapun tertawa bersama.


Aku ingin selalu bersamamu

Melihat lebih lama senyum manis itu di bibir indahmu
Sampai kapan aku akan diizinkan terus disampingmu
Aku tak tahu
Jika hari itupun tiba, aku akan selalu mencintaimu , batin Lee Donghae melihat wajah Hyun Yoo yang saat ini tertawa bersamanya.

In the Kim Jong Woon's Apartement


Di tempat lain, senyuman manis terlukis dibibir Kim Jong Woon. Saat ini dia sedang duduk di sofa apartementnya sambil memegang sebuah foto. Foto kebersamaannya dengan sahabatnya, yang tak lain adalah Song Hyun Yoo. Sahabat yang ia sayangi sekaligus ia cintai. Foto - foto dari masa kecil hingga dewasa terpampang di sana. Yang menarik perhatiannya adalah foto kecil mereka ketika Hyun Yoo  menuliskan nama mereka berdua di sebuah pohon rindang  . Raut ceria tak segan-segan muncul dalam wajah cantiknya kala itu .   " Kim Jong Woon dan Song Hyun Yoo Teman Selamanya" , begitulah tulisan yang di tulis oleh Hyun Yoo. 


Kim Jong Woon kembali murung. Dia menyadari bahwa dirinya tak akan bisa mendapatkan Hyun Yoo. Ia berpikir bahwa Hyun Yoo lebih bahagia ketika bersama Lee Donghae. Jika Lee Donghae tak menelpon Hyun Yoo, yeoja itu pasti akan sedih. Jika sedih, dia pasti akan menceritakannya pada Jong Woon.  Hyun Yoo terkadang juga suka menceritakan keromantisan hubungan mereka ataupun  kekesalan terhadap namjanya itu pada Kim Jong Woon. Dan itu, membuat hati Jong Woon terasa tersayat-sayat. Setiap Hyun Yoo bercerita, Jong Woon hanya berpura-pura mendengarkan, dan memberikan senyum palsunya. Menurut Jong Woon, apa yang Hyun Yoo lakukan, jika itu membuatnya bahagia, dia akan ikut bahagia. Bukankah cinta memang butuh pengorbanan?


      ****************


Jalanan kota Seoul sungguh indah. Lampu - lampu di pinggir jalan yang remang-remang menambah suasana indah kota Seoul pada malam itu. Seorang namja bernama Lee Donghae sedang fokus mengendarai sebuah mobil hitam miliknya . Dia kelihatan senang . Entahlah, dia selalu senang jika akan bertemu dengan yeoja yang sangat ia cintai itu, Hyun Yoo. 


Drrt...drttt...drrt....


Getaran sebuah ponsel yang saat ini ada di samping jok kemudi Lee Donghae. Dengan masih mengemudi dia melirik siapa yang menghubunginya. Tertera nama " Eomma " disana. Diangkatnya ponsel hitam touch creenya dan mulai menjawab telpon tersebut.


" Yeobeoseyo" 


"...................."


"Ne, Eomma aku akan menyempatkan pulang ke rumah untuk makan malam dan mengajak seseorang untuk ku perkenalkan pada eomma. Saat ini aku dalam perjalanan menemuinya."


"....................."


" Ne, eomma, dia yeojachinguku , eomma pasti akan suka melihatnya."


" ....................."


"Ne"


Diputuskanlah sambungan telpon itu. Dan diletakkannya kembali ke tempat semula. Di tengah jalan menuju ke tempat janjiannya  dengan Hyun Yoo. Tiba-tiba, Kepalanya  serasa dihantam batu besar. Sakit sekali. Hingga pandangan matanya saat ini sedikit kehilangan fokus pada jalan yang dihadapnya. Karena pandangannya yang mulai kabur, menyebabkan Lee Donghae tidak mengetahui rambu merah yang ada di pinggir jalan saat ini. Diapun terus melajukan mobilnya. Sedangkan, di arah lain melaju sebuah truk besar mengarah ke arah mobil Lee Donghae saat ini. Seketika, "BRUUAAKKK!!" Truk yang besar itu menghantam badan samping mobil Lee Donghae. Mobil Lee Donghae seketika terguling dan terseret sangat jauh. Mengacak isi perut mobil itu. Ketika seretan mobil berhenti, tampak Lee Donghae samar-samar mencoba untuk membuka mata, yang mulai terasa sangat berat itu. Dan degup jantungnya yang tak tentu arah. Kepalanya juga sangat sakit sekali. Tubuhnya sulit sekali ia gerakkan. Terlihat kristal bening tertahan di matanya. Yang suatu saat akan meluncur dengan indahnya.


Tuhan, Apakah sekarang waktunya?
Hyun Yoo-ah , Mianhae oppa tak bisa menjagamu dan mendampingimu.
Semoga kau bisa menemukan seseorang yang tepat suatu saat nanti.
Song Hyun Yoo-ah, Saranghae~, batin Lee Donghae sebelum ia mulai menutup mata. Tampak kristal bening yang ia tahan di pelupuk matanya, seketika terjatuh, tat kala ia menutup matanya.

                          ****************


Huhuhu. . .. Lee Donghae oppa . . . Jangan tinggalin Hyuk Ra . .
#haha# author sarap# yang di tinggalkan Hyun Yoo. . ? -__-?
Penasaran gimana nasib Hyun Yoo? Lets Check it dot ke Chapter selanjutnya!!! go!! ^0^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar