Judul : Crush
Author : Choi Hyuk Ra (Rentika)
Genre : Romance , Hurt.
Inspired from : Song of Sandeul - Crush
Cast : Song Hyun Yoo as You
Yesung as Kim Jong Woon
Donghae as Lee Donghae
Other Cast : Ny. Lee as Eomma Donghae
Cuap-cuap Author : Part ini agak panjang , and Mianhae FF sebelumnya banyak yang salah. Banyak typo-typo bertebaran kemana-mana, apalagi alurnya di part 1 kecepetan. Saran dan kritik selalu hamba terima dengan senang hati, untuk membuat karya ini lebih baik #BOW# Lets Fly!
*Story begin
"Bertahanlah Donghae-ah!!", Jong Woon terus meneriaki Lee Donghae, menggoyang-goyangkan badan Lee Donghae, berharap tindakannya itu bisa membangunkan Lee Donghae, sahabatnya yang saat ini terbaring lemah di kasur dorong (?) rumah sakit. Dengan panik, ia ikuti arah kemana perawat-perawat itu mendorong Lee Donghae yang berlumuran darah di pelipis dan tangannya saat ini. Hingga tiba di depan pintu ruang ICU , Jong Woon berhenti, menatap Lee Donghae yang semakin tak terjangkau dari pandangannya, masuk dalam ruangan itu. Jong Woon berdiri khawatir , saling memautkan jemarinya dan meremasnya. "Lee Donghae, bertahanlah!", lirih Jong Woon. Keringat mulai tampak di pelipis Jong Woon, raut cemas terlukis di wajahnya. Sejurus kemudian ia ambil benda hitam yang ada di sakunya. Ia harus menghubungi ibu Lee Donghae. Jong Woonpun mulai mencari nomor ibu Lee Donghae di kontaknya. Ibu Lee Donghae yang sudah Jong Woon anggap sebagai ibunya sendiri. Dan sebaliknya. Jong Woon yang sudah ibu Lee Donghae anggap sebagai anaknya sendiri. Sedikit ragu untuk menekan tombol call. Tapi, ia beranikan diri. Ia harus memberitahukan keadaan Lee Donghae pada eommanya.
"Yeobeoseyo . . " terdengar suara eomma Lee Donghae.
"Yeobeoseyo . . ige Jong Woon ,eomma" jawab Jong Woon.
" Waeyo Jong Woon-ah?" , tanya eomma Donghae.
" Emm . . Lee Donghae eomma . . Dia kecelakaan, dan . . . sekarang dia ada di rumah sakit." jawab Jong Woon kemudian.
" MWO?!! Aigooo~~~ " Ibu Lee Donghae kaget , tak percaya apa yang di dengarnya. Ibu Lee Donghae begitu shock. Ia memegang kepalanya yang saat ini berdenyut. Membuat telpon yang semula di telinganya, terjatuh dan tergelantug bebas di meja. Dan .....
tutt....tutt...tutt...
"Yeobeoseyo! Yeobeoseyo!" Jong Woon mengerutkan dahinya. Kenapa telponnya mendadak diputus? Semoga ibu Lee Donghae segera ke tempatnya sekarang. Itu yang Jong Woon inginkan. Jong Woon masih cemas. Uisanim belum tanpak dari balik ruang itu, keluar memberi penjelasan. Cukup lama Jong Woon menunggu kabar dari dokter yang menangani Lee Donghae depan ruang ICU. Rasa khawatir terus menerus menggelayut di pikirannya. Ada rasa tak enak yang Jong Woon rasakan. Seperti firasat buruk. Entahlah~ semoga tak terjadi apa-apa, Jong Woon terus berpikir positif. Tak lama, ibu Lee Donghae datang dengan raut yang lebih cemas dari raut Jong Woon saat ini. Sedikit terengah-engah menghampiri Jong Woon.
"Jong Woon-ah, Lee Donghae eodisseo? . . . eodisseo?" tanya ibu Lee Donghae dengan suara lemahnya dan sedikit terengah akibat berlari menemui Jong Woon.
" Tenang eomma. . dia sedang dalam ruang ICU. ", Jong Woon menenangkan ibu Lee Donghae yang sangat khawatir itu. Merangkul pundak eomma Donghae sopan dan mengusap-usapnya untuk memberi ketenangan.
Tak lama kemudian, keluarlah uisanim yang menangani Lee Donghae. Ibu Lee Donghae langsung menghampiri uisanim. Jong Woon mengikuti arah ibu Lee Donghae di belakangnya.
"Bagaimana dengan anakku ,uisa? " tanya Ibu Lee Donghae menggoyang-goyangkan lengan baju uisanim. Tampak raut khawatir terlukid dalam wajah yeoja paruh baya itu. Si uisa yang ditarik lengan bajunya itu terlihat sedikit menunduk , terdiam sebentar dan kemudian menatap kembali wajah ibu Lee Donghae yang menanti jawaban dari uisa.
" Jeoseonghamnida, kami sudah berusaha sekeras mungkin untuk menyelamatkan nyawa anak , ibu. Tapi, sepertinya Tuhan berkehendak lain. Anak ibu telah meninggal. Dan sekali lagi kami minta maaf. " ucap uisanim.
JLEB! Apa yang dikatakan uisa? Lee Donghae sudah pergi? Jantung Jong Woon serasa berhenti berdetak. Jong Woon terdiam. Sedikit mencerna apa yang di katakan oleh uisa. Sedetik kemudian , muncul pemikiran, Apa ia harus senang karena ada peluang ia bisa mendapatkan Hyun Yoo? ataukah dia sedih karena sahabatnya telah pergi? Seketika ia teringat Hyun Yoo, yang merupakan pacar dari sahabatnya --- Lee Donghae. Bagaimana caranya memberitahu Hyun Yoo? Dia tak sanggup jika harus memberitahu Hyun Yoo tentang apa yang terjadi sekarang --- Lee Donghae telah pergi untuk selamanya? Akankah Hyun Yoo percaya jika Lee Donghae sudah pergi? Lagi pula dia tidak ingin melihat air mata Hyun Yoo --- sahabat yang ia cintai, jatuh, ketika mendengarkan kabar ini. Dia tak akan tahan melihat air mata seorang yeoja yang ia cintai itu meluncur begitu saja. Dia juga tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya nanti dan luka yang akan ditimbulkan. Pasti Hyun Yoo sangat terpukul.
" Ini tidak mungkin,kan uisa??!! kau pasti bohong! kau bohong!" , teriak Ibu Lee Donghae yang terus mengguncang lengan uisa.
" Maaf, bu . . kami sudah berusaha." ucap uisa itu menunduk.
" LEE DONGHAE-AHHH.... ANAKKU.... HAAA..HUHU.. ANAKKU..." teriak yeoja paruh baya itu memukul-mukul dadanya. Seperti ada hantaman yang sangat keras dirasa oleh Ny. Lee di dadanya saat ini. Kaki Ny.Lee terasa sangat lemas sekarang, serasa lumpuh , tak ada daya untuknya berlama-lama berdiri. Ny.Lee benar-benar terpukul.
Yeoja paruh baya --- Ibu Lee Donghaepun tersungkur,duduk di lantai,memengang dadanya. Yang dirasa saat ini sesak. Ia tak percaya apa yang ia dengarkan. Dia terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Air mata meluncur deras di kulit keriputnya. Bukan sekedar isakan, tapi, tangis yang sedikit teriakan. Ia memanggil nama Lee Donghae di sela-sela tangisnya itu. Melihat itu, Jong Woon berjongkok, merangkul pundak ibu Lee Donghae. Jong Woon mengerti perasaan yang dirasakan yeoja ini sekarang. Dia memaklumi karena Lee Donghae merupakan anak satu-satunya Ny.Lee. Apalagi Ia telah ditinggal oleh suaminya karena suatu penyakit ganas --- kanker otak 5 tahun lalu. Penyakit yang sama seperti Lee Donghae idapkan. Hanya Lee Donghaelah satu-satunya yang Ny.Lee punya. Tapi, apa daya Tuhan telah mengambilnya. Bagaimana dia bisa hidup? Itu pasti yang ada di benak Ny.Lee. Jong Woon terus mencoba memberi ketenangan. Tapi, ibu Lee Donghae tak henti-hentinya menangis. Sepertinya ia ingin sekali mengeluarkan air yang ada di matanya itu hingga tak ada yang tersisa. Hingga pada akhirnya, dirasa pandangan Ny.Lee tiba-tiba kabur dan sejurus kemudian Ny. Lee pingsan di pangkuan Jong Woon.
SKIP>>
********************
Di tempat lain, Hyun Yoo sedang menunggu Lee Donghae di sebuah restaurant favorit mereka. Tampak saat ini, Hyun Yoo menggigit bibir bawahnya, melihat jam tangan kecilnya dan mendengus kesal. Bagaimana tidak, restauran yang tadinya ramai di kunjungi oleh beberapa pengunjung. Sekarang tinggal dirinyalah yang tetap bertahan disitu. Hanya karena menunggu pangeran tampannya datang. Sungguh kesal memang. "Namja yang tak menepati janji! ", kesalnya dalam hati. Hyun Yoo tak henti-hentinya mengembuskan nafas kesal. Haruskah ia pergi dari restaurant ini ? Jika pergi ia takut kalau namja yang ia cintai itu akan kecewa. Tapi, dia sudah menunggu namja itu hampir 1 jam. Bayangkan 1 jam!! . Tidakkah itu membuat bokong Hyun Yoo saat ini terasa panas. Sepercik kekhawatiran tiba-tiba muncul dari balik hatinya, apakah terjadi sesuatu dengan Lee Donghae saat ini. Kenapa ia tak menemuinya? "Chagiya, kau tidak apa-apa kan?" , tanyanya dalam hati. Entahlah~ hatinya kalut saat ini. Saat sibuk dengan kekalutan hatinya. Pelayan restaurant kemudian menghampiri yeoja yang saat ini sedang duduk menopang dagu dengan sebelah tangannya.
"Maaf Nunna , apakah anda tidak pulang? hari sudah semakin larut ,nunna. Restaurant kami akan segera tutup." , tanya pelayan restaurant pada Hyun Yoo sopan.
" Bolehkah aku menunggu di sini sebentar lagi? Setelah itu, aku akan segera pergi " , pinta Hyun Yoo pada pelayan itu dengan tersenyum tipis.
"Baiklah nunna, tapi hanya sebentar. Kalau begitu saya Permisi." Jawab pealayan itu mengangguk dan melenggang pergi.
"Ne, Gamsahamnida." ,Hyun Yoo mengangguk berterima kasih dengan masih menunjukkan senyum mirisnya itu.
Genap sudah, 2 jam dia menunggu namja yang bernama Lee Donghae itu. Tapi, namja yang Hyun Yoo tunggu itu tak kunjung datang. Hingga akhirnya dia memutuskan pulang kembali ke apartementnya dengan raut muram. Terlihat juga sepercik kekhawatiran dari raut muramnya itu. Dia takut terjadi sesuatu pada Lee Donghae. Tapi, dia berusaha untuk berpikir positif. Dia berharap semoga tidak terjadi apa-apa padanya.
Sesampainya di apartement, setelah Hyun Yoo selesai menekan password pintu apartementnya. Hyun Yoo bergegas mandi dan mengganti dress yang sedang ia kenakan itu dengan piyama tidurnya. Kemudian merebahkan diri di tempat tidurnya. Memandang langit-langit kamar berwarna creamnya itu. Pikirannya saat ini tertuju terus pada Lee Donghae. Apa yang terjadi pada Lee Donghae? Kenapa Lee Donghae tak menemuinya? Apakah memang terjadi sesuatu pada Lee Donghae? . Pertanyaan itu terus muncul dalam pikirannya saat ini. Tak lama kemudian, ada niatan dari hatinya untuk menelpon Donghae. Diambilah ponsel yang terletak di meja samping tempat tidurnya dan memencet angka 1 untuk panggilan cepatnya. Lalu, sebelah tangannya terangkat, menempelkan benda hitam itu ke telinganya.
tutt...tutt..tutt... Nomer yang anda tuju tidak aktif~
Rasa khawatir yang Hyun Yoo rasakan semakin bertambah saja tatkala ponsel Donghae tak aktif. Hyun Yoo tampak menggigit jarinya khawatir. Dia terus mencoba lagi menghubungi namja itu. Tapi, hasilnya nihil. Ponsel Donghae sepertinya memang tak aktif. Apa yang terjadi dengannya? Biasanya, Donghae tak pernah mematikan ponselnya seperti ini. Bila ada urusan yang menyebabkan Donghae tidak bisa menemuinya, pasti Donghae akan memberi kabar pada Hyun Yoo. Hyun Yoo menghembuskan nafas kasar. Hatinya masih bergemuruh tak enak. Tiba-tiba , rasa kantuk mulai melanda. Dan sejurus kemudian, mata Hyun Yoo sayu-sayu mulai menutup. Dan diapun mulai tertidur di sofanya dengan posisi berbaring dan masih memegang ponsel di dadanya.
*******************
Raja siang mulai kembali dari tempat peristirahatannya. Membangunkan orang-orang dari tidur panjangnya setelah melakukan aktivitas pada malam hari yang begitu melelahkan. Terutama yeoja yang saat ini masih sibuk dengan alam mimpinya. Sinar matahari mulai menerpa celah-celah gorden kamarnya. Tapi, tak membuat si empunya terusik. Hingga akhirnya alarm milik Hyun Yoo mulai berdering.
Hyun Yoo-ah~ Chagi~ Ireona, jebal!
Hyun Yoo-ah~ Chagi~ Ireona, Jebal!
Terdengar suara Donghae dalam alarm itu , membangunkan Hyun Yoo yang masih sibuk dengan alam bawah sadarnya. Sebuah alarm bentuk panda yang lucu dengan memangku tulisan "saranghae" di perut panda itu. Alarm yang dihadiahkan oleh Donghae saat Hyun Yoo berulang tahun. Suara dalam alarm panda itu memang suara yang sengaja Donghae rekam untuk mebangunkan yeojanya itu.
Alarm milik Hyun Yoo terus saja berbunyi, tapi, yeoja itu hanya menggeliat kecil . Tak lama, akhirnya Hyun Yoo memaksakan untuk membuka matanya yang masih terasa berat itu. Matanya yang sebenarnya terus mendorongnya untuk tidur lagi. Tapi, ia pasakan tubuhnya itu untuk bangun. Dengan malas, ia dudukan badanya bersandar pada tempat tidurnya. Tampak, yeoja itu mengucek matanya sesekali, memperjelas penglihatan yang buram akibat efek dari tidurnya tadi. Setelah itu kakinya mulai menuruni tempat tidurnya. Lalu, menyeret kaki ke kamar mandi dengan sedikit gontai.
Pagi ini dia memang berniat ingin pergi ke rumah Lee Donghae .Rumah seorang namja yang terus ia khawatirkan. Dia juga ingin meminta penjelasan tentang ketidakhadirannya ke restaurant. Tak dipungkiri , jika ia tak melihat Lee Donghae 1 jampun lamanya, dia pasti akan mengkhawatirkan sosok itu. Rasanya Hyun Yoo seperti kehilangan separuh jiwanya . Tapi, sebelum Hyun Yoo ke rumah Donghae, Hyun Yoo akan menemui sahabatnya dulu ----- Kim Jong Woon , karena memang ia tak tau persis kediaman Lee Donghae berada. Kim Jong Woonlah yang tau , karena dia teman akrab kampusnya. Kediaman Jong Woon cukup dekat dengan apartement Hyun Yoo. Jadi, mungkin dia akan berjalan kaki saja untuk menemui sahabat baiknya itu.
Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian yang nyaman baginya. Memakai pakaian yang simple , dan tetap menampilkan pesona seorang yeoja berambut pendek , bernama Hyun Yoo itu. Apalagi ,walaupun Hyun Yoo tak memakai make-up sekalipun. Dia masih terlihat cantik natural. Beruntung sekali memang seorang Lee Donghae mendapatkan yeoja sepertinya. Selesai dengan urusan itu, sebelah tangannya kemudian mengambil tas kecil favoritnya , menentengnya, seraya melenggangkan kaki keluar apartementnya.
*******************
Kim Jong Woon Apartement. .
Terlihat seorang namja tampan, dengan rambut hitamnya yang sedikit acak-acakan. Rambut yang sedikit acak-acakan itu tak membuat ketampanan seorang Kim Jong Woon luntur seketika. Saat ini, ia sedang berdiri memandang pemandangan luar dari balik balkon apartementnya. Memandang hilir mudik kendaraan di kota Seoul yang sibuk dengan aktivitasnya. Tampak di tangan kanannya tergenggam sebuah ponsel. Entah apa yang akan dilakukan dengan ponsel itu. Tak lama kemudian, tangan kanannya itu mulai terangkat. Ia hendak memencet sebuah nama yang tertera disana. "Hyun Yoo Nae sarang", itulah nama yang saat ini tertera di ponsel Jong Woon. Sepertinya Jong Woon ingin menghubungi Hyun Yoo. Ya, dia memang berniat menelpon Hyun Yoo. Ada yang harus dibicarakannya. Tapi, saat ingin menekan tombol call, ada sedikit keraguan dalam dirinya. Haruskah ia melakukannya? Ia hembuskan nafasnya pelan. Dan meletakkan kembali ponsel yang sebelumnya terangkat, dan sekarang menggantung di genggaman tangan kanannya. Diurungkannya niat untuk menghubungi Hyun Yoo.
Hyun Yoo-ah ,
Jika aku memberitahumu ,apakah kau akan percaya padaku?
Memberitahu bahwa namja yang kau cintai ---- Lee Donghae sudah pergi,
Tapi, bisakah setelah itu kau melupakannya dan melihatku?
Melihat ketulusan cintaku?
Jika itupun kau tak bisa ,
aku akan menunggumu. . Song Hyun Yoo-ah~
Tteett... tteet...
Suara bel apartement Jong Woon berbunyi. Menandakan akan ada seorang tamu yang akan bertamu di rumahnya. Hal itu seketika membuat si pemilik apartement sedikit tersentak akibat suara bel itu. Membuyarkan lamunan dan renungannya tadi. Segera ia melangkahkan kakinya ke arah pintu apartementnya. Menggapai knop pintu tersebut dan membukanya.
CKLEK~
"Hyun Yoo-ah~" , Jong Woon sedikit tersentak, bagaimana tidak? orang yang sedari tadi ia pikirkan, datang ke rumahnya. Apa dia ingin menanyakan tentang Lee Donghae?Entahlah~ tapi, mungkin iya. Terlihat dari raut khawatir yang Hyun Yoo pancarkan dari wajah cantiknya itu. Lingkaran hitam di mata Hyun Yoo ,juga menggambarkan kalau semalaman dia tidak bisa tidur memikirkan Lee Donghae.
"Waeyo? Wae kau kaget seperti itu ? seperti aku ini hantu saja." , Hyun Yoo mengerutkan dahinya heran akan sikap sahabat yang ada didepannya ini dan masih menampakkan wajah polos lemahnya.
"A..A..Anniyo . . Masuk dan duduklah ,akan kubuatkan kau minuman dulu.", sambut Jong Woon mengalihkan keterkagetannya tadi. Hyun Yoo menyeret badanya ke sofa apartement Jong Woon. Mendudukkan badannya, melepas semua beban yang ada. Sesekali Hyun Yoo menunduk dan mengalihkan pandangannya ke arah kaca bening apartement Jong Woon yang langsung mengarah pada pemandangan kota Seoul. Lalu, menghembuskan nafasnya berat. Hatinya saat ini masih terasa tak enak. Itu karena Lee Donghae tak memberikan kabar padanya setelah kejadian di restaurant itu. Dirasa sofa, tempat Hyun Yoo duduki sedikit menurun , lantas membuat Hyun Yoo menoleh ke arah samping. Tepat, saat ini Jong Woon sedang duduk di sampingnya dengan membawa sebuah gelas.
"Ige . . " Hyun Yoo menerima gelas yang berisi minuman yang Jong Woon sodorkan padanya . Hyun Yoo tak langsung meminumnya. Ia genggam gelas itu dipangkuannya dengan kedua tangannya. " Eoh? Gomawo " , ucap Hyun Yoo kemudian dan mengembangkan senyum tipisnya. Jong Woon membalasnya dengan senyum simpulnya. Hening seketika. Jong Woon menunduk , menelusuri pikirannya sendiri.
" Jong Woon-ah ~ " Jong Woon menoleh setelah Hyun Yoo memulai membuka suaranya " Aku kemari untuk meminta kau membantuku ... memberitahuku tempat rumah Lee Donghae berada. . . Kau tahu? aku sekarang ini mencemaskannya. . Dia tak mengabari semenjak aku menunggunya di restaurant untuk kencan kami . . Aku sungguh takut terjadi apa-apa dengannya , sunggguh! Kau kan sahabat di kampusnya . . Apa kau tak mengetahui kabar tentangnya? " . Jong Woon tak bisa menjawab . Jong Woon menatap mata Hyun Yoo lekat. Ia melihat di mata Hyun Yoo , seperti terpatri tentang Lee Donghae dan Lee Donghae. Sekhawatir itukah kau pada Lee Donghae, Hyun Yoo-ah? Apa ia harus memberitahukannya sekarang. Di satu sisi , dia harus memberitahukannya. Tapi, di sisi lain ia tak tega.
" Emm . . tentang Lee Donghae . . " Jong Woon sedikit menundukkan kepalanya. Merasa tak tega untuk mengatakannya.
"Wae geure? Ada apa dengan Lee Donghae? Apa memang terjadi sesuatu padanya, Jong Woon-ah?" , ucap Hyun Yoo penasaran dengan sederet pertanyaan menghujami Jong Woon. Hyun Yoo memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Jong Woon yang sedikit tertunduk. Tapi, Jong Woon masih berat untuk mengatakannya. " Katakanlah~" , paksa Hyun Yoo menggoyang-goyangkan lengan Jong Woon dan masih memiringkan wajahnya , guna melihat ekspresi wajah Jong Woon di sampingnya saat ini. Jong Woon menghela nafas berat sebelum memberanikan berkata pada yeoja ini.
" Dong .. Donghae . . . Donghae meninggal , Hyun Yoo-ah " , ucap Jong Woon sedikit terbata-bata dan kembali menatap yeoja yang ada di sampingnya ini.Tangan Jong Woon kemudian terangkat memegang kedua bahu Hyun Yoo. Memberikan keyakinan, bahwa ucapannya memang benar.
DEG! Jantung Hyun Yoo seakan-akan berhenti berdetak. Itu tak mungkin! Kenapa kau mengatakan hal yang tak lucu itu, Jong Woon-ah! , batinnya. Apa benar kekhawatirannya dan ketakenakan hatinya ini, memang benar adanya? bahwa memang terjadi sesuatu pada Lee Donghae? Hyun Yoo menatap wajah Jong Woon lekat, melihat kepastian dari ucapanya lewat mata intensnya. Tapi, tak ada. Sepertinya tak ada kebohongan di balik mata Jong Woon yang menatapnya kini. Ia menggeleng-geleng kepalanya pelan. Tak benar! Itu tak benar! , runtuknya terus menyangkal itu semua. Kemudian ia menghempaskan tangan Jong Woon yang sedari tadi memegang kedua bahunya. Dan memalingkan wajahnya, menghindari tatap mata dengan Jong Woon. Matanya mulai terasa panas. Ia tak ingin terlihat lemah dihadapan namja ini. Hyun Yoo hembuskan nafasnya kasar dan mulai tertawa miris. Padahal tak ada sesuatu yang lucu saat ini.
" Hahaha.. ya, kau pasti bercanda. Itu tak mungkin Jong Woon-ah. Tak mungkin! " ,ucap Hyun Yoo yang masih menatap ke arah depan dan menggeleng-geleng kepalanya. Menyangkal apa yang dikatakan Jong Woon. Menyangkal pernyataan yang sebetulnya adalah kebenaran. Ia tak bisa menerima ini begitu saja. Namja yang ia cintai telah meninggal? Tidak! Tidak Benar!, runtuk Hyun Yoo dalam hati.
" Itu benar, Hyun Yoo-ah ~ Lee Donghae telah .... " belum ia selesai menjelaskan, Hyun Yoo buru-buru menyela. Ia tak tahan lagi mendengar kata " meninggal " . Kata itu seperti pisau yang siap sedia menusuknya dan mencabik-cabik hatinya.
" Cukup!! Jong Woon-ah! aku tak percaya padamu! Leluconmu sungguh tak lucu sekarang !! " ,sangkal Hyun Yoo yang masih tak percaya. Ia mulai menatap Jong Woon tajam dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Tapi...."
" Geumanhae !! Jong Woon ! Geumanhae !! Aku membencimu!" , Hyun Yoo berdiri dan beranjak ingin pergi. Menyangklet tasnya kembali. Dan mulai melangkahkan kakinya pergi.
Sementara Jong Woon terdiam terpaku menatap kepergian Hyun Yoo. Tidak Hyun Yoo! Kau jangan membenciku! Akan ku buktikan padamu! , runtuknya dalam hati dan bergegas mengejar Hyun Yoo sebelum menggapai knop pintu apartementnya. Saat Hyun Yoo telah menggapai knop pintu apartement Jong Woon. Sebuah tangan, tiba-tiba menghalangi niatnya untuk membuka knop pintu itu. Ya, saat ini Jong Woon menarik tangan Hyun Yoo, memaksa untuk membalikkan badannya, menghadap namja itu, menatap mata sayu tajam seorang Jong Woon. " Kajima! Geure!! Jika kau tak mempercayaiku. Akan ku antarkan kau menemuinya! Kajja!". Tarikan Jong Woon yang kuat, membuat yeoja itu sedikit meringis kesakitan. Jong Woon menggeret Hyun Yoo keluar apartementnya dengan paksa. Langkah Jong Woon yang lebar , memaksa yeoja itu mengikuti namja itu dengan sedikit berlari.
" Lepaskan! Sakit Jong Woon-ah! Aku bisa berjalan sendiri. "Hyun Yoo mencoba melepaskan tangan Jong Woon yang sedari tadi memegang tangannya dengan kuat. Tapi, tenaga Jong Woon lebih kuat darinya. Akhirnya ,iapun menurut saja arah Jong Woon menariknya pergi.
"Masuklah!" Jong Woon membukakan pintu mobil yang diparkir di basement bawah apartement. Hyun Yoo menuruti saja apa yang dikatakan sahabatnya itu. Jong Woon juga mulai masuk dan duduk disisi mobil. Kemudian iapun mulai melajukan mobilnya.
Selama perjalanan , Hyun Yoo terus memandang jalanan di samping kaca jendela mobil. Hyun Yoo merasa semua yang dikatakan Jong Woon itu bohong. Itu tidak benar. Kenapa Jong Woon harus berbohong padanya seperti itu? Mengatakan bahwa Donghae meninggal? Apa dia akan percaya? Atau Jong Woon mengatakan itu karena dia menyukainya? Meskipun begitu, Hyun Yoo akan tetap menganggapnya sebagai sahabat , tak lebih. Hyun Yoo hening dengan semua pemikirannya dan perkiraannya itu. Sementara Jong Woon melirik yeoja disampingnya yang sedari tadi diam. Dia penasaran apa yang dipikirannya. Jong Woon kemudian menfokuskan diri dengan jalan yang dihadapannya. Suasana masih hening.
Sesampainya di tempat tujuan, Hyun Yoo begitu bingung , itu terlihat dari dahi Hyun Yoo yang mulai mengkerut , " Tempat apa ini? Kenapa dia membawaku ke sini? " ,tanyanya dalam hati, bingung apa yang dilakukan sahabatnya ini, membawa ke tempat ini , apa maksudnya? Hyun Yoo yang penasaran, memulai pembicaraan, menanyakan tentang keingintahuannya ini, " Igo, Eodisseo? Ini bukan rumah Lee Donghae, Jong Woon-ah, ini tempat pemakaman!!"
"Huh~ Ini sungguh tak lucu, Jong Woon-ah" dengan sedikit smirk Hyun Yoo dan melirik Jong Woon dari ekor matanya. Cepat antar aku ke rumahnya sekarang! " Jong Woon diam. "Apa kau mendengarku? " , ucap Hyun Yoo lagi. Jong Woon hanya diam , sejurus kemudian dia keluar dari mobil dan beranjak membuka pintu samping mobil tempat Hyun Yoo duduk. " Ikut aku ! " , perintah Jong Woon pada Hyun Yoo menggeret tangannya keluar mobil. " Aish ! " , Hyun Yoo sedikit meringis dan menuruti saja kemauannya , toh, kekuatan Jong Woon menarik tangannya saat ini lebih kuat dari usahanya untuk melepaskan. Hyun Yoo terus mengikuti arah Jong Woon berjalan, melihat punggung Jong Woon dari belakang yang masih memegang tangannya. Dan sedikit mengalihkan pandangannya ke arah sekelilingnya yang penuh dengan nisan yang berjejer rapi. Hyun Yoo menggeleng-gelengkan kepalanya cepat. Membuyarkan kemungkinan yang akan terjadi. Tiba-tiba, Jong Woon berhenti. Membuat Hyun Yoo reflek berhenti.
" Jong Woon-ah, kenapa. . ." , belum selesai ia merangkai kata-katanya, mata Hyun Yoo seketika terbelalak tak percaya. Kedua tangan Hyun Yoo terangkat menutup mulutnya. Sungguh ! Apa benar yang ada dihadapannya ini? Nisan bertuliskan Lee Donghae? "Tidak ! Kau jangan meninggalkanku Lee Donghae" , ucapnya menggeleng-geleng kepala pelan yang masih setia menutup mulutnya. Sejurus kemudian kristal bening mengalir begitu saja dari pelupuk mata yeoja itu. Tes..tes .. Lama-lama begitu deras. Ia tak bisa menahan semua sakit yang ia rasakan pada dadanya, semakin sesak menerima kenyataan ini. Tangan yang satunya kemudian bergerak memegang dadanya. Sakit! ya, yang ia rasakan adalah sakit. Kaki Hyun Yoo terasa lemas sekarang, iapun tersungkur di samping nisan Lee Donghae. Jong Woon hanya diam, menatap sayu Hyun Yoo, membiarkan yeoja itu meluapkan semua sakit kehilangan namja yang dicintainya. Meskipun hatinya juga ikut sakit, melihat sahabat yang ia cintai begitu terluka dan terpukul.
" Oppa ... Kenapa kau meninggalkaku begitu saja. Kau sudah berjanji akan terus menemaniku, menjagaku, dan mencintaiku. Kenapa sekarang kau mengingkarinya oppa? ", isaknya tangis Hyun Yoo begitu kencang. Ia meremas rumput tempat Lee Donghae bersemayam dan memukul-mukul lemah dengan tangis yang tak henti-hentinya ia keluarkan. " Oppa~" ,teriaknya serak, efek tangisnya. Jong Woon tak tahan lagi , melihat yeoja ini semakin terpukul. Dia pun berjongkok, merangkul pundak Hyun Yoo dari samping . Menyenderkan kepala yeoja itu ke dada bidangnya itu untuk bersandar. Mengelus pundak yeoja itu , memberi ketenangan. Pundak yeoja itu naik turun akibat isak tangisnya itu. Dirasa, saat ini , baju yang Jong Woon kenakan mulai basah, mungkin karena efek tangis Hyun Yoo yang saat ini ada di dekapannya. " Uljima~ " , lirih Jong Woon kemudian.
Hyun Yoo-ah, Ini adalah tangismu yang terakhir . .
Tak akan ada tangis-tangis yang lain . .
Akan kubuat senyum ceria itu terukir lagi di wajahmu . .
Hyun Yoo-ah, Uljima, ada aku disini . .
Akan kubuat kau bahagia di sisiku . .
TempeBacemCabe
Akhirnya selesai juga Chapter- 2 nya . . fiyuuhh~~ Mian lama, karena gak ada inspirasi lanjutannya gimana. . maklumlah baru pemula buat ni FF . . Kritik dan saran ,ne? Hargai author . . Tulis di komen bawah ini . . ^0^
Senin, 29 April 2013
Selasa, 23 April 2013
CRUSH -- Chapter 1
Judul : Crush
Author : Choi Hyuk Ra (Rentika)
Genre : Romance , Hurt.
Inspired from : Song of Sandeul - Crush
Cast : D.P as Song Hyun Yoo as You
Yesung as Kim Jong Woon
Donghae as Lee Donghae
Other Cast : - (temukan sendiri)
" Apakah kau tahu apa yang aku pikirkan? Sudah lama aku menyukaimu dan kamu tak pernah tahu . Selalu berpikir dan berpikir haruskah aku mengatakan perasaan ini padamu atau tidak."
__Kim Jong Woon__
" Aku tak bisa menjagamu untuk selamanya. Mianhae but Saranghae Hyun Yoo"
__Lee Dong Hae__
Seoul , South Korea
Awan biru menghiasi langit seoul pagi ini. Walau cuacanya sediit dingin menusuk kulit, tapi, tak menyurutkan kerumunan orang yang berjalan menelusuri jalan setapak di pinggir jalan itu ,untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang mereka lakukan. Deretan toko berbaris rapi menghiasi kota itu. Di sertai dengan gedung megah yang tinggi menyundul langit, seakan menambah pesona kota bernama Seoul.
Seorang Gadis bermantel merah panjang , bersyalkan syal rajutan halus berwarna abu-abu tua, jeans warna hitam panjang yang menutupi kaki mungilnya , rambut pendek sedikit blow-nya ditutupi dengan topi rajut warna merah yang ia gunakan untuk menghangatkan kepalanya , sungguh menambah kemanisan gadis yang saat ini sedang berjalan menelusuri sebuah jalan setapak pinggir jalan . Sebelah tangannya memegang ponsel yang ditempelkan ke telinga, dan tangan yang sebelah lagi bergelantung tas hitam kecil. Yeoja itu adalah Song Hyun Yoo. Wajah Hyun Yoo sangat senang mendapati telpon dari seseorang yang saat ini menelponnya. Saat ini orang yang terakhit ia ajak bicara adalah Kim Jong Woon , sahabatnya. Tak banyak berubah dari mereka berdua, pertengkaran kecil mereka anggap sebagai gurauan saja.
Ada perkataan jika " Seorang yang hanya bershabat suatu saat akan berubah jadi cinta ", hal itu yang Jong Woon rasakan sekarang. Ia mencintai yeoja ini . Tapi, Ia tak bisa berbuat apa-apa karena hati yeoja bernama Song Hyun Yoo itu sudah ada yang memiliki. Namja yang beruntung mendapatkan hatinya ialah Lee Donghae. Lee Donghae si namja tampan yang mempunyai kharisma , seakan bisa melelehkan batu es di kutub utara.
In the Blue Ocean Restaurant
Sementara itu di sebuah restaurant, duduk seorang namja tampan berkharisma . Dia Lee Donghae. Ia terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri. Memandang jalan di balik kaca jendela restaurant yang ada di sampingnya Seperti ada beban berat yang sulit ia keluarkan dan diutarakan pada yeojanya nanti. Yeoja yang sudah menjalin hubungan selama 1 tahun dengannya. Tapi, sama sekali belum ia kenalkan pada orang tuanya. Yeoja itu Song Hyun Yoo.
"Klinting~ Klinting~"
Suara bel resataurant yang sengaja di gantungkan di atas pintu, menandakan ada pelanggan memasuki restaurant itu untuk memesan makanan. Tak ayal, Lee Donghae langsung menoleh ke arah sumber suara. Tampak seorang yeoja cantik berambut pendek menghampiri namja tersebut. Yang ternyata adalah Song Hyun Yoo, gadisnya. Yeoja yang sebelumnya sibuk menempelkan ponsel di telinganya. Kemudian mulai menutup saluran telpon, sebelum masuk ke dalam restaurant . Hyun Yoo menghampiri namja yang duduk tak jauh dari arah ia berjalan. Senyum manis terpancar dari bibir manisnya. Lee Donghae pun membalas semyuman itu tak kalah manis.
" Apa aku membuatmu menunggu? Mianhae, karena aku . .", ucap Hyun Yoo mempoutkan sedikit mulutnya dan sedikit menunduk.
" Gwenchana, aku datang 1 menit yang lalu " cegat namja bernama Lee Donghae berbohong. Seulas senyum manis ia hantarkan pada yeojanya.
Namja bernama Lee Donghae itu mengangkat tangan dan memanggil pelayan untuk memesan makanan. Seorang pelayan kemudian menghampiri kedua pasangan tersebut.
" Permisi, mau pesan apa? " , tanya pelayan itu pada mereka berdua dengan ramah.
" Aku pesan lemond tea saja " , ucap Lee Donghae.
" Eoh? kenapa cuma pesan minuman ? Oppa ~ nanti oppa akan sakit jika tak makan. Lihatlah ! badanmu semakin kurus saja. Dan kau terlihat sedikit pucat. " ucap Hyun Yoo pada namjanya dengan raut penuh kekhawatiran. Sejurus kemudian Lee Donghae mendekap tangan Hyun Yoo yang tergeletak di meja dengan halus penuh kasih sayang.
"Gwenchana chagi, Melihat wajahmu cantikmu saja saat ini, sudah membuat rasa laparku menghilang .", gombal Lee Donghae dengan senyuman mautnya seraya menggenggam tangan Hyun Yoo.
" Aish~ oppa ~ " , ucap Hyun Yoo menunduk , berusaha menyembunyikan rona merah yang muncul di pipi putih halusnya. Satu tangan kirinnya mulai bergerak memegang pipi . Sedangkan tangan kanannya masih di genggam oleh Lee Donghae. Lee Donghae sangat senang menggoda yeoja yang ada dihadapannya saat ini. Rona merah yang keluar saat ni di pipi yeojanya, menurut Donghae terlihat lucu dan manis.
" Ehem.. permisi , klo nona mau pesan apa? " tanya pelayan itu pada Hyun Yoo. Menyadarkan Hyun Yoo bahwa ia belum memesan makanan. Kemudian segera melepas tangannya yang di genggam Donghae . Setelah itu, melihat menu yang di sediakan di atas meja.
" Oh? ehmm . . aku mau pesan tiramisu coklat saja. " jawab Hyun Hyo setelah mendengar pertanyaan pelayan itu.
" Baiklah, ditunggu sebentar. Saya permisi." , ucap pelayan itu.
" Ne ", jawab Hyun Yoo dengan senyum ramah pada pelayan itu dan sejurus kemudian mengalihkan pada namja yang ada di depannya. Secuil senyuman tampak di bibir yeoja itu, ketika mereka saling pandang dengan intens. Seperti meluapkan rasa rindu mereka satu dengan yang lain.
Tak lama pesanan merekapun datang. " Gamsahamnida" , ucap Hyun Yoo pada pelayan. Hyun Yoo kemudian memakan tiramisu coklat yang ia pesan tadi.
" Ehmm. . Mashita. ." ,lahapnya menyendok tiramisu dengan sendok kecilnya.
Lee Donghae melihat intens tingkah yeoja yang ada di depannya sesekali tersenyum dan terkadang terlihat murung karena ada sesuatu mengganjal yang ingin ia sampaikan kepada yeoja itu. Tapi, apakah sekarang waktu yang tepat? Pertanyaan itu terus berputar dalam otaknya.
#FLASBACK ON
" Tn. Lee Donghae, Kanker anda akan memasuki stadium akhir .Kanker otak anda semakin menjalar ke bagian yang lain. Saya sarankan supaya anda segera melakukan operasi. Walaupun, kemungkinan berhasil hanya 40 persen. " ,terang Uisanim kepada Lee Donghae.
Glek! betapa terkejutnya Lee Donghae saat uisa menvonisnya menderita kanker otak stadium akhir. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Selama ini dia pikir , pusing yang suatu saat ia rasakan hanya disebabkan karena ia kelahan. Dia juga terkadang sering muntah jika pusingnya menekan kepalanya. Tapi, semuanya hanya ia anggap biasa. Tak terpikir olehnya jika dia menderita kanker otak dan sudah stadium akhir.
" Obat ini akan membantu anda sementara , jika suatu saat penyakit anda kambuh. Dan saya sarankan jangan terlalu banyak pikiran karena itu akan berpengaruh pada kanker otak anda" ,kata uisanim sambil menyerahkan botol kecil yang berisi pil itu pada Lee Donghae.
"Ne, uisa. . Gamsahamnida ." , ucap Lee Donghae mengangguk memberi hormat dan beranjak dari duduknya keluar dari ruang itu.
Keluar dari ruangan , rasanya kaki Lee Donghae sulit sekali untuk di gerakkan. Berjalan sedikit sempoyongan . Dia mencoba menyanggah badannya itu dengan dinding yang ada di sebelahnya. Kata-kata dari Uisa selalu terbayang-bayang di pikirannya. Tiba-tiba, perutnya terasa ingin mual ,seperti ingin mengeluarkan isi yang ada diperutnya saat itu juga. Segera, ia pergi ke toilet . Dia buka pintu toilet dengan kasar. Dibukanya kloset dan dikeluarkannyalah isi yang ada di perutnya. Tak lama, rasa pusing yana amat sangat muncul, seakan ada batu yang menghujam kepalnya ini dengan sangat keras. Keringat bercucuran. Nafasnya tersengal-sengal. Kemudian ia telan obat yang diberikan uisa padanya itu dengan paksa tanpa air.
#FLASBACK OFF
" Oppa!" , sontak Lee Donghae tersentak dari lamunannya saat itu.
" Oh? Ne? " , Lee Donghae tersentak dan mengalihkan pandangannya ke yeojanya saat ini.
" haaaaaahhhkk~ . ." , Hyun Yoo mengarahkan sendoknya ke arah mulut Lee Donghae. Melihat tingkah yeojanya, Donghae tersenyum, dan mulai membuka mulutnya untuk menerima makanan yang akan disodorkan ke mulutnya itu. Tapi, bukannya masuk ke dalam mulut Donghae, Hyun Yoo malah membalikan sendoknya ke mulutnya sendiri. Membuat orang yang digodanya saat ini terlihat sedikit kesal. " hahahaha.... " , tawanya kemudian. " Kau sangat lucu oppa . . hahaha", tawanya lagi.
" Yak! Aish ! Benar-benar. Kau sudah pandai menggodaku rupanya chagiya. ." , ucap Donghae dengan smirknya yang cool. Muncul ide dalam benak Lee Donghae. Donghae langsung memajukan wajahnya ke Hyun Yoo. Yang memang mejanya tidak terlalu lebar sehingga Donghae bisa menggapai wajah Hyun Hyo dengan mudah. Reflek! Hyun Yoo memundurkan sedikit badannya , terlihat rona merah juga tergambar di wajah Hyun Yoo .Degup jantungnya juga tak beriringan sesuai irama saat ini.
"Sebagai hukumannya . . ." ,Donghae tak melanjutkan kata-katanya. Wajah Lee Donghae mulai mendekat. Sehingga menyisakan sedikit jarak di antara mereka. Melihat wajah Donghae yang semakin dekat. Hyun Yoo sedikit kaget dan mulai menutup matanya seakan tahu apa yang selanjutnya terjadi. Tapi, tampak Lee Donghae tersenyum, saat melihat Hyun Yoo memejamkan mata. Sejurus kemudian .."Chup!" Lee Donghae hanya mencium lembut dan singkat pipinya. Lalu, dia mulai membisikan sesuatu di telinga Hyun Yoo, membuat Hyun Yoo sedikit bergidik , " Chagiya, jangan berpikir macam-macam" , godanya dengan smirk khas Lee Donghae. Setelah itu, memundurkan wajahnya ke tempat semula.
" Yakk! Oppa!! " , teriak Hyun Yoo kesal karena dia dikerjai balik oleh namjanya. Dia mempoutkan bibir manisnya itu disertai dengan rona merah yang menghiasi pipinya. Membuat Lee Donghae semakin gemas dibuatnya. "hahaha... lihatlah pipimu ! kau tampak lucu" , ucapnya menertawakan Hyun Yoo seraya mencubit gemas pipi Hyun Yoo. "Aissh! Appoo!" keluhnya sambil memegang pipi yang telah sukses dicubit oleh Lee Donghae. Merekapun tertawa bersama.
Aku ingin selalu bersamamu
Melihat lebih lama senyum manis itu di bibir indahmu
Sampai kapan aku akan diizinkan terus disampingmu
Aku tak tahu
Jika hari itupun tiba, aku akan selalu mencintaimu , batin Lee Donghae melihat wajah Hyun Yoo yang saat ini tertawa bersamanya.
In the Kim Jong Woon's Apartement
Di tempat lain, senyuman manis terlukis dibibir Kim Jong Woon. Saat ini dia sedang duduk di sofa apartementnya sambil memegang sebuah foto. Foto kebersamaannya dengan sahabatnya, yang tak lain adalah Song Hyun Yoo. Sahabat yang ia sayangi sekaligus ia cintai. Foto - foto dari masa kecil hingga dewasa terpampang di sana. Yang menarik perhatiannya adalah foto kecil mereka ketika Hyun Yoo menuliskan nama mereka berdua di sebuah pohon rindang . Raut ceria tak segan-segan muncul dalam wajah cantiknya kala itu . " Kim Jong Woon dan Song Hyun Yoo Teman Selamanya" , begitulah tulisan yang di tulis oleh Hyun Yoo.
Kim Jong Woon kembali murung. Dia menyadari bahwa dirinya tak akan bisa mendapatkan Hyun Yoo. Ia berpikir bahwa Hyun Yoo lebih bahagia ketika bersama Lee Donghae. Jika Lee Donghae tak menelpon Hyun Yoo, yeoja itu pasti akan sedih. Jika sedih, dia pasti akan menceritakannya pada Jong Woon. Hyun Yoo terkadang juga suka menceritakan keromantisan hubungan mereka ataupun kekesalan terhadap namjanya itu pada Kim Jong Woon. Dan itu, membuat hati Jong Woon terasa tersayat-sayat. Setiap Hyun Yoo bercerita, Jong Woon hanya berpura-pura mendengarkan, dan memberikan senyum palsunya. Menurut Jong Woon, apa yang Hyun Yoo lakukan, jika itu membuatnya bahagia, dia akan ikut bahagia. Bukankah cinta memang butuh pengorbanan?
****************
Jalanan kota Seoul sungguh indah. Lampu - lampu di pinggir jalan yang remang-remang menambah suasana indah kota Seoul pada malam itu. Seorang namja bernama Lee Donghae sedang fokus mengendarai sebuah mobil hitam miliknya . Dia kelihatan senang . Entahlah, dia selalu senang jika akan bertemu dengan yeoja yang sangat ia cintai itu, Hyun Yoo.
Drrt...drttt...drrt....
Getaran sebuah ponsel yang saat ini ada di samping jok kemudi Lee Donghae. Dengan masih mengemudi dia melirik siapa yang menghubunginya. Tertera nama " Eomma " disana. Diangkatnya ponsel hitam touch creenya dan mulai menjawab telpon tersebut.
" Yeobeoseyo"
"...................."
"Ne, Eomma aku akan menyempatkan pulang ke rumah untuk makan malam dan mengajak seseorang untuk ku perkenalkan pada eomma. Saat ini aku dalam perjalanan menemuinya."
"....................."
" Ne, eomma, dia yeojachinguku , eomma pasti akan suka melihatnya."
" ....................."
"Ne"
Diputuskanlah sambungan telpon itu. Dan diletakkannya kembali ke tempat semula. Di tengah jalan menuju ke tempat janjiannya dengan Hyun Yoo. Tiba-tiba, Kepalanya serasa dihantam batu besar. Sakit sekali. Hingga pandangan matanya saat ini sedikit kehilangan fokus pada jalan yang dihadapnya. Karena pandangannya yang mulai kabur, menyebabkan Lee Donghae tidak mengetahui rambu merah yang ada di pinggir jalan saat ini. Diapun terus melajukan mobilnya. Sedangkan, di arah lain melaju sebuah truk besar mengarah ke arah mobil Lee Donghae saat ini. Seketika, "BRUUAAKKK!!" Truk yang besar itu menghantam badan samping mobil Lee Donghae. Mobil Lee Donghae seketika terguling dan terseret sangat jauh. Mengacak isi perut mobil itu. Ketika seretan mobil berhenti, tampak Lee Donghae samar-samar mencoba untuk membuka mata, yang mulai terasa sangat berat itu. Dan degup jantungnya yang tak tentu arah. Kepalanya juga sangat sakit sekali. Tubuhnya sulit sekali ia gerakkan. Terlihat kristal bening tertahan di matanya. Yang suatu saat akan meluncur dengan indahnya.
Tuhan, Apakah sekarang waktunya?
Hyun Yoo-ah , Mianhae oppa tak bisa menjagamu dan mendampingimu.
Semoga kau bisa menemukan seseorang yang tepat suatu saat nanti.
Song Hyun Yoo-ah, Saranghae~, batin Lee Donghae sebelum ia mulai menutup mata. Tampak kristal bening yang ia tahan di pelupuk matanya, seketika terjatuh, tat kala ia menutup matanya.
****************
Huhuhu. . .. Lee Donghae oppa . . . Jangan tinggalin Hyuk Ra . .
#haha# author sarap# yang di tinggalkan Hyun Yoo. . ? -__-?
Penasaran gimana nasib Hyun Yoo? Lets Check it dot ke Chapter selanjutnya!!! go!! ^0^
Sabtu, 20 April 2013
My Dream Come True (SHINee , Me and My Story) -- Part 4
Judul : My Dream Come True ( SHINee, Me , and My Story)
Author : Lee Anggik Jinki and Choi Hyuk Ra
Main Cast : Anggik jinki as Shin Hang Kyung as You
Lee Jinki as Onew
ReA as Cho Hyu Ra as Shin Hang Kyung's Friend
Minho as Choi Minho
Other Cast : Temukan sendiri.
PREVIEW ~
Mereka disilahkan duduk di atas bantal duduk di sebuah ruang tamu. Mata Hang Kyung dan Hyu Ra dengan lincah menjelajahi isi ruangan tersebut. Wajar saja baru pertama kalinya ia masuk dan mengetahui isi Dome SHINee seperti itu. Hang Kyung masih saja tak percaya keberadaan ia sekarang di mana. Ada banyak foto-foto SHINee dari debut sampai terkenal saat ini terpasang di dinding ruang dome itu. Ia sibuk melihat-melihat pemandangan yang ada di ruang itu. Dan Tiba-tiba Hyu Ra menganga tak percaya sejurus kemudian memukul lengan Hang Kyung berulang kali, sedikit keras. Membuat Hang Kyung menoleh ke arah temannya dengan kesal. " Aissh! MWOYAA!? " , sentaknya sedikit keras. " I..ii..ituu . ." jawabnya seperti orang yang melihat hantu di depannya.
My Dream Come True Part -- 4
Tapi, ini lain. Yang di hadapan mereka sekarang ada 5 namja tampan. Yang sedari tadi tersenyum melihat tingkah lucu yeoja dihadapannya. Sontak hal itu membuat Hang Kyung sangat terkejut. Matanya tertuju pada satu pemandangan yang tak asing baginya.
“Ooooommmooooooo......!!! SSSHHHIIINNNeeeeeee......!!!, mata Hang Kyung membelalak tak percaya. Dan mendekap mulutnya karena ulah suaranya yang sedikit keras tadi dengan kedua tangannya. Mata Hang Kyung tak dapat terpejam untuk berkedip seakan ada batu besar yang mengganjal di matanya.
“Oppa...”
“Onew...”
“Jonghyun...”
“Key...”
“Minho...”
“Taemin...”
Hang Kyung dan Hyu Ra bergantian menyebut nama mereka masing-masing.
" Ne, Anyeonghaseyo! Onew imnida, Aku yang menyuruh kalian datang ke sini. Namamu Hang Kyung kan? ", tanya Onew.
" N..ne . .w..Wae? wae? kamu bisa tau namaku? " Jawab Hang Kyung gugup, karena kini Onew berdiri berhadapan dengan Hang Kyung. Mata mereka saling bertemu. Tatapan itu, persis sama dengan tatapannya saat di atas panggung.
" Aku mencari datamu, dan .. sudah lama aku mengamatimu." Jawab Onew dengan smirknya dan mulai semakin mendekati Hang Kyung hingga menyisakan sedikit jarak.
" Ca..cangkaman~" ,gugup Hang Kyung dan kemudian sedikit mendorong tubuh Onew. Dan mencoba menetralisir nafasnya yang sesak akibat degup jantung yang meloncat-loncat kian kemari. " Tapi, kenapa kau mengamatiku? " lanjutnya.
#FLASBACK ON
Di sebuah teras rumah, yang menghadap ke taman, yang luas, dengan pohon-pohon yang sepertinya selalu dipotong tiap hari agar terlihat rapi. Sedang duduk seorang laki-laki sebaya yang tidak sendiri. Di sampingnya, duduk seorang namja yang tampan, dengan setelan kaos putih polos santai dan jeans pendek casual. Dia Onew.
"Nak ,aku berencana ingin menjodohkanmu dengan sahabatku di kantor. Dia yeoja yang cantik dan sepertinya dia juga baik. Namanya Shin Hang Kyung. Aku pernah bertemu dengannya di pertemuan kantor dulu. Kau pasti akan menyukainya." jelas Tuan Lee itu pada anaknya.
"Tapi, Ayah. .aku kan belum mengenalinya. Haruskah aku menikah dengan orang yang tak ku kenali dan belum akrab sama sekali? Bagaimana bisa aku mengenalinya?" ,cetus Onew pada Ayahnya.
"Gwenchana, Manager Ayah akan mencarikan data yeoja itu padamu dengan rinci sekaligus foto-fotonya. Kau tinggal menyetujuinya atau tidak. Tapi, kuharap kau setuju, nak." ,kata Tuan Lee seraya memegang pundak anaknya.
Setelah kejadian percakapan itu, hari demi hari Manager Tuan Lee secara rutin memberikan data tentang Hang Kyung. Tak lupa dengan aktivitas yang ia lakukan saat itu. Saat Hang Kyung pingsanpun Onew tahu. Apalagi Minho juga bercerita kepada Onew,kalau dia menyelamatkan yeoja pingsan dalam sebuah kamar kos saat ingin mengembalikan dompet milik yeoja itu. Onew sempat sedikit khawatir dengan keadaan gadis itu sehingga ia menitipkan sekeranjang buah pada Minho untuk diberikan pada Hang Kyung. Onew juga mmberi tahu Minho kalau yeoja itulah yang akan dijodohkan dengannya.
Hari berganti hari, Onew semakin suka dengan tingkah gadis itu, selain wajah yang cantik , sifatnya yang polos , menarik perhatian Onew. Dan ia baru tahu ternyata yeoja itu adalah Shawol. Apalagi yeoja itu sangat menyukainya. Itu membuat peluang Onew mendekati yeoja itu semakin kuat. Saat tampil di showcase, dia tahu bahwa Hang Kyung pasti akan datang melihatnya. Dan benar! memang dia datang. Dan akhirnya Onew memutuskan untuk menyuruh bodyguadnya untuk mengajak yeoja itu ke dorm SHINee saat ini.
#FLASBACK OFF
"Kita dijodohkan, Ayahmu dan ayahku adalah sahabat bisnis yang sangat dekat, Ayahkulah yang ingin menjodohkanmu denganku. Pertama, aku sempat ragu, tapi setelah mengetahui semua tentangmu dan menyelidiki data-datamu, sepertinya aku mulai menyukaimu Hang Kyung-ah" ,jelas Onew memegang tangan Hang Kyung.
" Tapi . ." belum selesai Hang Kyung melanjutkan.
" Maukah kau berkencan denganku? " , tanya Onew dengan mata intensnya menatap manik mata Hang Kyung yang terlihat berbinar. Saat ini, Hang Kyung merasa terharu dan tak percaya. Ini seperti mimpi, pantaskah seorang fans berkencan dengan idolanya. Pertanyaan itu terus muncul di benaknya. Tapi, hatinya tak bisa menolak, memang dia bukan sekedar menyukai namja dihadapannya itu. Melainkan telah tumbuh benih cinta di dalam relung jiwanya.
" Ne, aku mau. . " jawab Hang Kyung.
Sejurus kemudian, Onew memeluk Hang Kyung.
" Gomawo chagiya~" ucapnya di sela-sela pelukannya.
Terdengar pula tepuk tangan dari dongsaeng-dongsaengnya di SHINee tak terkecuali Hyu Ra. " Chukhae! " Ucap Hyu Ra pada Hang Kyung. Merasa cukup lama masa berpelukannya, Hang Kyung menjauhkan tubuhnya dari Onew karena malu dan menggigit bibir bawahnya. Sedangkan Onew menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Terlihat seulas rona merah di pipi kedua pasangan ini.
*Happy Ending*
Tetem to Baek to the Con
Author : Lee Anggik Jinki and Choi Hyuk Ra
Main Cast : Anggik jinki as Shin Hang Kyung as You
Lee Jinki as Onew
ReA as Cho Hyu Ra as Shin Hang Kyung's Friend
Minho as Choi Minho
Other Cast : Temukan sendiri.

PREVIEW ~
Mereka disilahkan duduk di atas bantal duduk di sebuah ruang tamu. Mata Hang Kyung dan Hyu Ra dengan lincah menjelajahi isi ruangan tersebut. Wajar saja baru pertama kalinya ia masuk dan mengetahui isi Dome SHINee seperti itu. Hang Kyung masih saja tak percaya keberadaan ia sekarang di mana. Ada banyak foto-foto SHINee dari debut sampai terkenal saat ini terpasang di dinding ruang dome itu. Ia sibuk melihat-melihat pemandangan yang ada di ruang itu. Dan Tiba-tiba Hyu Ra menganga tak percaya sejurus kemudian memukul lengan Hang Kyung berulang kali, sedikit keras. Membuat Hang Kyung menoleh ke arah temannya dengan kesal. " Aissh! MWOYAA!? " , sentaknya sedikit keras. " I..ii..ituu . ." jawabnya seperti orang yang melihat hantu di depannya.
My Dream Come True Part -- 4
Tapi, ini lain. Yang di hadapan mereka sekarang ada 5 namja tampan. Yang sedari tadi tersenyum melihat tingkah lucu yeoja dihadapannya. Sontak hal itu membuat Hang Kyung sangat terkejut. Matanya tertuju pada satu pemandangan yang tak asing baginya.
“Ooooommmooooooo......!!! SSSHHHIIINNNeeeeeee......!!!, mata Hang Kyung membelalak tak percaya. Dan mendekap mulutnya karena ulah suaranya yang sedikit keras tadi dengan kedua tangannya. Mata Hang Kyung tak dapat terpejam untuk berkedip seakan ada batu besar yang mengganjal di matanya.
“Oppa...”
“Onew...”
“Jonghyun...”
“Key...”
“Minho...”
“Taemin...”
Hang Kyung dan Hyu Ra bergantian menyebut nama mereka masing-masing.
" Ne, Anyeonghaseyo! Onew imnida, Aku yang menyuruh kalian datang ke sini. Namamu Hang Kyung kan? ", tanya Onew.
" N..ne . .w..Wae? wae? kamu bisa tau namaku? " Jawab Hang Kyung gugup, karena kini Onew berdiri berhadapan dengan Hang Kyung. Mata mereka saling bertemu. Tatapan itu, persis sama dengan tatapannya saat di atas panggung.
" Aku mencari datamu, dan .. sudah lama aku mengamatimu." Jawab Onew dengan smirknya dan mulai semakin mendekati Hang Kyung hingga menyisakan sedikit jarak.
" Ca..cangkaman~" ,gugup Hang Kyung dan kemudian sedikit mendorong tubuh Onew. Dan mencoba menetralisir nafasnya yang sesak akibat degup jantung yang meloncat-loncat kian kemari. " Tapi, kenapa kau mengamatiku? " lanjutnya.
#FLASBACK ON
Di sebuah teras rumah, yang menghadap ke taman, yang luas, dengan pohon-pohon yang sepertinya selalu dipotong tiap hari agar terlihat rapi. Sedang duduk seorang laki-laki sebaya yang tidak sendiri. Di sampingnya, duduk seorang namja yang tampan, dengan setelan kaos putih polos santai dan jeans pendek casual. Dia Onew.
"Nak ,aku berencana ingin menjodohkanmu dengan sahabatku di kantor. Dia yeoja yang cantik dan sepertinya dia juga baik. Namanya Shin Hang Kyung. Aku pernah bertemu dengannya di pertemuan kantor dulu. Kau pasti akan menyukainya." jelas Tuan Lee itu pada anaknya.
"Tapi, Ayah. .aku kan belum mengenalinya. Haruskah aku menikah dengan orang yang tak ku kenali dan belum akrab sama sekali? Bagaimana bisa aku mengenalinya?" ,cetus Onew pada Ayahnya.
"Gwenchana, Manager Ayah akan mencarikan data yeoja itu padamu dengan rinci sekaligus foto-fotonya. Kau tinggal menyetujuinya atau tidak. Tapi, kuharap kau setuju, nak." ,kata Tuan Lee seraya memegang pundak anaknya.
Setelah kejadian percakapan itu, hari demi hari Manager Tuan Lee secara rutin memberikan data tentang Hang Kyung. Tak lupa dengan aktivitas yang ia lakukan saat itu. Saat Hang Kyung pingsanpun Onew tahu. Apalagi Minho juga bercerita kepada Onew,kalau dia menyelamatkan yeoja pingsan dalam sebuah kamar kos saat ingin mengembalikan dompet milik yeoja itu. Onew sempat sedikit khawatir dengan keadaan gadis itu sehingga ia menitipkan sekeranjang buah pada Minho untuk diberikan pada Hang Kyung. Onew juga mmberi tahu Minho kalau yeoja itulah yang akan dijodohkan dengannya.
Hari berganti hari, Onew semakin suka dengan tingkah gadis itu, selain wajah yang cantik , sifatnya yang polos , menarik perhatian Onew. Dan ia baru tahu ternyata yeoja itu adalah Shawol. Apalagi yeoja itu sangat menyukainya. Itu membuat peluang Onew mendekati yeoja itu semakin kuat. Saat tampil di showcase, dia tahu bahwa Hang Kyung pasti akan datang melihatnya. Dan benar! memang dia datang. Dan akhirnya Onew memutuskan untuk menyuruh bodyguadnya untuk mengajak yeoja itu ke dorm SHINee saat ini.
#FLASBACK OFF
"Kita dijodohkan, Ayahmu dan ayahku adalah sahabat bisnis yang sangat dekat, Ayahkulah yang ingin menjodohkanmu denganku. Pertama, aku sempat ragu, tapi setelah mengetahui semua tentangmu dan menyelidiki data-datamu, sepertinya aku mulai menyukaimu Hang Kyung-ah" ,jelas Onew memegang tangan Hang Kyung.
" Tapi . ." belum selesai Hang Kyung melanjutkan.
" Maukah kau berkencan denganku? " , tanya Onew dengan mata intensnya menatap manik mata Hang Kyung yang terlihat berbinar. Saat ini, Hang Kyung merasa terharu dan tak percaya. Ini seperti mimpi, pantaskah seorang fans berkencan dengan idolanya. Pertanyaan itu terus muncul di benaknya. Tapi, hatinya tak bisa menolak, memang dia bukan sekedar menyukai namja dihadapannya itu. Melainkan telah tumbuh benih cinta di dalam relung jiwanya.
" Ne, aku mau. . " jawab Hang Kyung.
Sejurus kemudian, Onew memeluk Hang Kyung.
" Gomawo chagiya~" ucapnya di sela-sela pelukannya.
Terdengar pula tepuk tangan dari dongsaeng-dongsaengnya di SHINee tak terkecuali Hyu Ra. " Chukhae! " Ucap Hyu Ra pada Hang Kyung. Merasa cukup lama masa berpelukannya, Hang Kyung menjauhkan tubuhnya dari Onew karena malu dan menggigit bibir bawahnya. Sedangkan Onew menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Terlihat seulas rona merah di pipi kedua pasangan ini.
*Happy Ending*
Tetem to Baek to the Con
Akhirnya FF nya sudah selesai. Dimohon para pembaca, memberikan komentar kritik, dan saran yang membangun . ^,^
Papay! Chow! Anyeong!
Jumat, 19 April 2013
My Dream Come True (SHINee , Me and My Story) -- Part 3
Judul : My Dream Come True ( SHINee, Me , and My Story)
Author : Lee Anggik Jinki and Choi Hyuk Ra
Main Cast : Anggik jinki as Shin Hang Kyung as You
Lee Jinki as Onew
ReA as Cho Hyu Ra as Shin Hang Kyung's Friend
Minho as Choi Minho
Other Cast : Temukan sendiri.
Tak lama kemudian, seorang MC memulai acara dan hadirlah lima orang namja yang mulai memasuki panggung. Yang tak lain adalah SHINee. Mereka sungguh terlihat tampan, pantas saja banyak fans wanita yang menggila- gilainya, apalagi para Shawol sekarang langsung meneriakinya dengan sangat histeris dan menggelegar. Sedangkan pandangan Hang Kyung sedari tadi tak lepas dari 5 namja yang ada di atas panggung tepat dihadapannya, tak terkecuali saat melihat Onew, jantungnya seperti berhenti berdetak. Dia tak bisa berkata-kata, apalagi meneriaki mereka seperti fans-fans itu, sepertinya tak mampu. Ya, saat ini Hang Kyung memang terpesona dengan mereka. Wajar saja baru kali ini dia bisa melihat sedekat ini. Hingga tak terasa kedua tangannya menutup mulutnya yang mengaga, seperti masih belum percaya apa yang ia lihat. Beda sekali dengan sahabat yang berada disampingnya saat ini, Hyu Ra terus-terusan meneriaki nama Min Ho, biasnya di SHINee. Sepertinya dia tak takut walaupun sampai kehilangan suara sekalipun.
Teriakan-teriakan para fans sedikit reda ketika MC mulai bicara sedikit tentang debut SHINee yang dulu hingga saat ini mereka menjadi sukses. Kemudian acara dilanjutkan dengan perform SHINee lagu debut mereka yaitu "Replay". Lagu ini adalah lagu favorit Hang Kyung. Tak salah lagi, Hang Kyung selalu memasang dering ini lagu ini di ponselnya. Tak di ubah-ubahnya sampai sekarang. Terlihat senyum bahagia terpancar di bibir manisnya. Dan pandangannya saat ini tak lepas mengarah ke wajah tampan seorang namja tampan yang bersuara merdu yaitu Onew. "Onew~", kata itu meluncur dari mulut Hang Kyung walaupun tak ada suara yang keluar dari mulutnya itu. Dia hanya mengejanya tanpa suara.
Penampilan pertama mereka selesai, Merekapun memulai sesi interview yang dipimpin MC yang sepertinya se-Management dengan SHINee. Sebelum memulai sesi tanya jawab, mereka memperkelankan diri dengan cara khas mereka. Dan sesaat kemudian, mulai memperkenalkan diri masing-masing.
Di awali dengan sang leader, Onew, " Anyeonghaseyo, SHINee Onew imnida." serunya dengan senyum khas sang leader itu .Tak khayal, terdengar teriakan histeris saat Onew memperkenalkan diri dengan senyumannya yang terlihat manis itu. Hang Kyungpun hanya membisu, saat ini ia merasakan jantungnya berdebar kencang tak berirama. Yang ia rasakan, sepertinya ia bukan sekedar suka atau nge-fans dengan namja itu. " Apa aku jatuh cinta ?" gumam Hang Kyung sambil memegang dadanya dan sedikit menunduk. Ketika ia kembali mengalihkan pandangannya ke Onew. Kedua buah pasang mata ini tiba-tiba saling bertemu. " Eh? kenapa dia memandangku seperti itu? " , tanyanya bingung dalam hati. Karena gugup dengan tatapan tajam Onew. Kemudian Hang Kyung mengalihkan pandangannya demi menetralisir rasa gugupnya dan jantungnya yang kembali bertambah cepat berdetak . Dia bisa mati kalau terus saja melihat tatapan itu.
" Anyeonghaseyo, SHINee Taemin imnida " , seraya melambai-lambaikan tangannya pendek dan tersenyum manis. Fans Taemin atau biasa yang disebut Taemints langsung berteriak girang saat Taemin memperkenalkan diri.
" Anyeonghaseyo, Jonghyun imnida ", seraya membungkuk dan dibalas dengan senyum khas Jonghyun. Dan seperti halnya Onew dan Taemin, Jonghyun mendapat teriakan histeris dari para fansnya.
" Anyeonghaseyo, Key imnida ", seraya melambai-lambaikan tangannya pendek khas Key yang centil. Key juga mendapatkan teriakan histeris dari fansnya.
" Anyeonghaseyo, Minho imnida ", seraya menganggukan kepalanya memberi hormat dan dibalas dengan senyum cool dan manisnya. Membuat tubuh para fans wanita mungkin akan segera membeku seketika. Sepertinya itu terjadi pada Hyu Ra saat ini. Saat bias yang ia suka, ah! bukan! lebih tepatnya sudah menjurus ke mencintainya itu memperkenalkan diri, jantungnya serasa berdetak tak karuan. Dia sangat terpesona dengan senyum manis yang Minho keluarkan. Rasanya Hyu Ra ingin sekali memeluknya, tapi apa daya yang hanya ia lakukan hanyalah meneriakinya .
Sementara terlihat Hang Kyung diam menunduk karena dia ingat bahwa aku tak membawa satupun aksesories. Terlihat Hang Kyung terus menundukkan kepalanya, Hang Kyung merasa dia tak menunjukkan bahwa dirinya adalah Shawol sejati. Acara showcase SHINee akhirnya selesai. Para fans mulai keluar dari tempat acara itu. Walaupun hanya berlangsung sekitar satu jam. Tapi, penampilan mereka sungguh mempesona bagi para fans dan terlihat dari para fans yang tersenyum senang, puas dengan penampilan idolanya itu.
Sedangkan ,Hang Kyung masih tetap saja lesu dan lemas. Ia masih merenungi kenapa tidak sampai terpikirkan olehnya membawa aksesoris fans. Dia sangat malu jika semua orang akan mencapnya sebagai "Bukan" Sahwol Sejati. "Aissh! sungguh menyebalkan", umpat Hang Kyung pelan sambil terus menyedot minuman yang ada di tangannya saat ini. Mengisi seluruh kerongkongannya yang mulai terasa kering saat itu.
" Haahhh . . puasnyaa . . Tapi, sebenarnya masih belum puas sih, aku ingin melihat oppa Minhoku itu lebih lamaaaaa lagi ." Kata Hyu Ra dengan senang, sambil mengepalkan kedua tangannya ke dadanya dengan mata yang berbinar-binar ke langit. Dan saat Hyu Ra mengalihkan pandangannya ke samping kiri, tempat sahabatnya berdiri. Tampak wajah lesu terukir di wajah Hang Kyung. Sahabatnya yang juga sedang sibuk dengan aktivitasnya saat ini menyedot minuman.
“Kamu kenapa sih Nggik, bukannya seneng, eh malah lemes?” , tanyanya Hyu Ra kemudian.
“Nggak Re, aku cuman malu aja sama SHINee, aku ke sini nggak bawa apa-apa, tapi ngakunya Shawol” Jawab Hang Kyung murung dan melanjutkan menyedot minumannya lagi.
“Yaaaah gitu doank. Nggak papa kalle, lagian SHINee juga gak ada waktu buat negur kamu kan kalo kamu nggak bawa aksesories?” , ucap Hyu Ra sambil menyenggol lengan Hang Kyung bersahabat. Hang Kyung membalasnya dengan senyuman ragu. Melihat hal itu Hyu Ra kembali bicara,
“Udah,santai aja. Yang penting hari ini kita puas udah pantengin SHINee walaupun gak lebih dari dua jam. Ok?”
" OK!", seru Hang Kyung kembali bersemangat.
Di basemant Mall . .
Satu orang yeoja sedang duduk di atas parkiran motor orang. Sedangkan satu yeoja lain berdiri dan menyikapkan kedua tangannya di depan dada.
" Makan yuuk! Kamu gak laper emangnya? ", ajak yeoja yang kedua tanganya terus saja menyikap di depan dada. ya, dia Hyu Ra atau Rea.
" Ya, sih laper. . ", jawabn Hang Kyung sambil melihat perutnya yang terus bernyanyi ingin makan.
" Yuk! di dekat sini sepertinya ada restoran. Kajja kita ke sana saja! ", ajak Hyu Ra ke temannya itu.
" Ye, Kajja! ", balas Hang Kyung antusias , sebelum melangkahkan kakinya beranjak menuju restoran dekat tempat mereka tadi.
Di Blue Diamond Restaurant . .
Klinting~
Terdengar suara bel yang sengaja di pasang di pintu. Pertanda ada seorang pelanggan yang sedang memasuki restoran untuk memesan makanan. Tidak salah lagi, mereka adalah Hang Kyung dan Hyu Ra. Mereka duduk saling berhadapan dan memilih duduk di dekat jendela. Supaya dengan leluasa melihat pemandangan orang - orang Korea yang sibuk dengan aktivitas mereka di luar sana. Pelayanpun datang menghampiri kedua yeoja itu.
" Mau pesan apa, agasshi? " tanya pelayan itu.
" Aku Topoki dan lemond tea !",seru Hang Kyung kemudian.
" Aku juga sama, tp, minumannya Jus Strawberry ", ucap Hyu Ra memesan.
" Ne, Arragaseumnida. Tolong di tunggu sebentar ", balas pelayan itu ramah.
" Ye~ " Jawab mereka kompak.
Hang Kyung dan Hyu Ra saat ini sedang lahapnya memakan Topokki. Saat mereka sibuk dengan acara makan-makannya, tampak seorang namja atau lebih tepatnya ajusshi dengan tubuh tegap, gagah, dilengkapi dengan kaca mata hitam ,memakai seragam hitam serta celana yang hitam pula. Ajusshi itu datang menghampiri mereka berdua. Bukan! lebih tepatnya berjalan ke arah Hang Kyung. Hang Kyung semakin takut. Apa dia penjahat? mafia? Apa yang harus ku lakukan sekarang? pertanyaan itu saat ini berputar di kepala Hang Kyung. sepertinya lelaki itu adalah seorang bodyguard, pikir Hang Kyung kemudian.
“Annyeonghasseyo. Josonghamnida Agasshi. Apa anda yang bernama Kang Hang Kyung?” , tanya ajusshi itu dengan bahasa korea yang fasih.
“Ne?” tanya Hang Kyung dengan wajah yang sangat sarat dengan kebingungan.
“Saya disuruh oleh Tuan saya untuk membawa anda menemui beliau. Dapatkah anda mengikutiku?”
“Nan . . ” , belum sempat Hang Kyung melanjutkan.
“Jangan khawatir, anda aman bersamaku.”, ucap suara tegas ajusshi itu memotong.
Hang Kyung sedikit berunding dengan sahabatnya Hyu Ra. Mereka terlihat kebingungan sebenarnya. Tapi, setelah Hyu Ra membisiki Hang Kyung sesuatu bahwa sepertinya ajusshi itu bisa dipercaya, Hang Kyung menuruti saran sahabatnya.
“Geu.. geureyo ajusshi. Tapi, kita mau kemana?" , tanya Hang Kyung ragu di sela-sela berjalan keluar restaurant. Hang Kyung saat ini telah keluar restaurant setelah selesai membayar makanan yang mereka pesan. Diikuti di belakangnya Hyu Ra yang ikut menemani Hang Kyung. Memang Hang Kyunglah yang menyuruhnya untuk ikut.
" Anda pasti akan tau nanti. Mari masuk " , jawab ajusshi itu menyilahkan untuk masuk ke sebuah mobil hitam mewah. Setelah sampai di dalam mobil, Hyu Ra dan Hang Kyung terhenyak dengan isi yang ada di dalam mobil itu. Mobil itu terlihat amat sangat mewah. Berwarna hitam metalic, dengan aksorories di dalamnya. Serta buku-buku bacaan dengan judul yang menggunakan tulisan hangeul.
“Nggi, perasaanku kok gimana gitu. Aku ngerasa kita akan ketemu sama seseorang.” Kata Hyu Ra dengan raut khawatir terukir di wajahnya.
“Iya nih, aku juga bingung, tapi biarin lah, mereka menjamin keselamatan kita kan?” Ucap Hang Kyung kemudian.
“Tapi kan itu bisa aja sebagai kedok mereka aja. Ya kan?”, balas Hyu Ra yang masih khawatir dan takut.
“Ssssttt... udah deh” jawab Hang Kyung santai
Hampir setengah jam perjalanan, akhirnya mereka tiba juga di sebuah tempat yang sangat rapi . Banyak bunga-bunga di halaman depan, ada bendera Korea Selatan juga di tiang taman. Hang Kyung begitu kaget setengah mati setelah mataku membaca sebuah tulisan di papan sketsel yang bertuliska “SHINee Dome”. Mata Hang Kyung terbelalak begitu lebar saat ini. "Benarkah ini nyata? Apa ini mimpi? Ini memang Dome SHINee!! " ucapnya dalam hati. Kemudian mata Hang Kyung serentak saling menoleh dan membelalakkan mata tak percaya.
"Benarkaaahhhh~~~ " seru mereka pelan, tapi , masih bisa didengar oleh ajusshi di depan mereka sekarang yang mulai membuka pintu dome itu dengan cara memasukkan kartu untuk membukanya.
“Agasshi, ikut aku!” seru ajusshi itu.
“Ne ” jawab kami singkat.
Mereka disilahkan duduk di atas bantal duduk di sebuah ruang tamu. Mata Hang Kyung dan Hyu Ra dengan lincah menjelajahi isi ruangan tersebut. Wajar saja baru pertama kalinya ia masuk dan mengetahui isi Dome SHINee seperti itu. Hang Kyung masih saja tak percaya keberadaan ia sekarang di mana. Ada banyak foto-foto SHINee dari debut sampai terkenal saat ini terpasang di dinding ruang dome itu. Ia sibuk melihat-melihat pemandangan yang ada di ruang itu. Dan Tiba-tiba Hyu Ra menganga tak percaya sejurus kemudian memukul lengan Hang Kyung berulang kali, sedikit keras. Membuat Hang Kyung menoleh ke arah temannya dengan kesal. " Aissh! MWOYAA!? " , sentaknya sedikit keras. " I..ii..ituu . ." jawabnya seperti orang yang melihat hantu di depannya.
T. B . C
Apa yang dilihat Hyu Ra saat ini? Kenapa ia terkejut seperti itu? Liat Next Part selanjutnya yah! ^^
Langganan:
Komentar (Atom)
