Jumat, 09 Agustus 2013

CRUSH --- CHAPTER 4a ( Strange Feel )

Judul : Crush
Author : Choi Hyuk Ra (Rentika)
Genre : Romance , Hurt.
Inspired from  : Song of Sandeul - Crush
Cast : Song Hyun Yoo as You
           Yesung as Kim Jong Woon
           Park Hyo Jin (new cast)
Other Cast : Temukan sendiri.




                   Anyeong! Chapter 4 udah rilis! Mianhae kalo semakin Geje and banyak typo-yuponya pas baca, karena author juga manusia. Udah deh gak banyak bacot. Lets Fly!



PART 4
“Anak Tuan Kim itu benar-benar tidak sopan! Sebaiknya kita pikirkan terlebih dahulu rencana perjodohan ini.” Gerutu Tuan Park atas sikap Jong Woon tadi. Park Hyo Jin, Ia sedari tadi hanya memalingkan wajahnya ke arah luar, jendela samping mobilnya. Tampak raut kekecewaan disana. Namja yang disukainya tidak benar-benar menerima perjodohan ini. Tidak tahukah Jong Woon bahwa ia sangat menginginkan perjodohan ini? Bahwa ia ingin Jong Woon menjadi miliknya seutuhnya. Apa ini semua karena Park Hyun Yoo? Seberapa pentngkah ia baginya? Sedetik kemudian ia hembuskan nafasnya kesal.

                Di sisi lain, Jong Woon mengendarai mobilnya dengan terburu-buru, tak dihiraukannya keramaian lalu lalang mobil malam itu. Yang ia pikirkan hanya Hyun Yoo dan Hyun Yoo. Dia dimana ? Dia kenapa? Pikirannya kalut saat ini. Jong Woon mengambil ponsel yang ada disamping jok mobilnya, mencoba menghubungi Hyun Yoo. Sayang, tak ada jawaban darinya. Tak menyerah, ia mencoba menghubunginya lagi. Tapi, hasilnya NIHIL. Jong Woon mengacak rambutnya frustasi dan memukul stir kemudinya.  Tak jarang juga ia menghembuskan napas kasar . Hati dan pikirannya benar-benar kalut.

            Dia tak boleh terlalu panik.  Ia harus mencari cara untuk menemukan Hyun Yoo berada. Sebuah ide terlintas dipikirannya. Yah, sebuah GPS di ponselnya , mungkin akan sedikit membantunya menemukan Hyun Yoo. Ia yakin ponsel Hyun Yoo aktif, dan itu akan mempermudah mencari keberadaan Hyun Yoo. Jong Woon mulai membuka aplikasi GPS di ponselnya. “Incheon?!! Berarti dia masih di daerah sini. ” , gumamnya. Sedikit kelegaan , tapi, dia masih bingung harus mencarinya dimana. Haruskah ia menelusuri semua kota Incheon?  Itu sungguh tak masuk akal.

            Oke, tunggu aku Hyun Yoo!!
            Bertahanlah!

            Tiba-tiba terlintas di pikirannya , bukankah jam segini adalah waktu Hyun Yoo untuk pulang dari kerjanya. Jong Woon tahu betul  jam-jam aktivitas Hyun Yoo. Ya, pasti Hyun Yoo tak jauh-jauh dari tempat kerja magangnya. Apalagi Hyun Yoo pernah bercerita kalau jalan menuju tempat ia tinggal sangatlah sepi saat malam hari. Di tambah lagi di pinggir-pinggir jalan terdapat kedai soju. Yang banyak dinikmati oleh para pemabuk. Tapi, mau bagaimana lagi, Hyun Yoo harus bekerja,  ia tidak ingin merepotkan keluarganya untuk membayar uang kuliahnya. Ia ingin mandiri, dan mencukupi kebutuhannya sendiri. Hyun Yoo hanya menampilkan ekspresi beraninya pada Jong Woon ketika bercerita tentang itu dan selalu mengatakan aku akan baik-baik saja, tak akan terjadi masalah yang berbahaya. Tapi, Jong Woon tahu, dia sebenarnya sangatlah penakut.

            Saat ini, Jong Woon berada di sekitar tempat Hyun Yoo bekerja. Ia putuskan untuk turun dari mobil. Tak diperdulikannya salju yang mulai turun mengotori pundaknya dan hawa dingin malam hari yang menusuk kulit. Walaupun, ia sudah memakai jas , tapi, tak cukup untuk menjadi penghangat malam itu.  “ Hyun Yoo-ah !!!” , teriak Jong Woon sambil menelusuri jalan tersebut mencari Hyun Yoo. Ia terlihat lelah dan kedinginan. Tapi, ia tak peduli, saat ini ia harus menemukan Hyun Yoo. “Hyun Yoo, Eoddiya??”, lirihnya panik seraya mengacak rambutnya kesal, karena tak menemukan Hyun Yoo. Tapi. . . tunggu! Sepertinya ia melihat sesuatu dibalik tembok itu. Jong Woonpun mendekati  tempat itu perlahan , memastikan apa yang ia lihat itu. Tenggorokan Jong Woon seketika tercekat. Dia tak percaya apa yang dilihatnya sekarang. Hyun Yoo tergeletak lemah tak sadarkan diri. Dengan rambut dan baju yang sedikit tak beraturan. Lutut Jong Woon terasa lemas, dan iapun mulai berjongkok, melihat raut wajah yeoja yang ia cinta lebih dekat.
“ Apa yang terjadi denganmu, Hyun Yoo-ah?!!”, teriak Jong Woon dab menepuk pelan pipi Hyun Yoo.

“Hyun Yoo-ah~ Palli Irreona!!” , lanjutnya membangunkan Hyun Yoo dari pingsannya. Tapi, tak ada respon dari yeoja itu. “ Bertahanlah~” , lirihnya.

Tak butuh waktu lama lagi ia harus mebawa Hyun Yoo pulang. Ia harus menggendong tubuh Hyun Yoo. Tangan Jong Woon berusaha meraih punggung Hyun Yoo dengan hat-hati. Tapi, itu malah membuat si empunya, terbangun. Sesekali Hyun Yoo mengerjapkan matanya. Menetralisir pandangan di depannya. Ia terlonjak kaget, tat kala ada yan menyentuhnya.

” Ka!! Jebal! Ka!! Hiks. . hiks. . ” Hyun Yoo menghempaskan tangan Jong Woon sambil memejamkan mata dan menutupi telinganya. Refleks ia mundur dan saat ini ia malah menenggelamkan kepalanya ke kedua lututnya. Ia takut kalau yang menyentuhnya sekarang adalah orang mabuk tadi. Melihat Hyun Yoo ketakutan, hati Jong Woon terasa sakit. Ia mengutuk dirinya sendiri karena tak berada di sisinya. Padahal ia sudah berjanji akan selalu ada di sisi gadis itu.

“ Jangan sentuh aku!! “ , pintanya saat Jong Woon akan mendekapnya. Jong Woon sedikit terlonjak, Sikap Hyun Yoo saat ini seperti menggambarkan bahwa ia sedang trauma akan suatu hal, yang ia tak tahu kenapa. Jong Woon tak tahan lagi melihatnya seperti ini, Jong Woon menarik paksa kedua bahu Hyun Yoo. “ Hyun Yoo-ah~ Lihat aku! Ini aku Jong Woon”, sedikit mengguncang bahu Hyun Yoo, karena, Hyun Yoo sesekali sempat meronta.

Jong Woon ,kau datang, batin Hyun Yoo senang. Seketika air mata Hyun Yoo kembali deras mengalir di pipinya. Ia terus menunduk, linangan air amata terus menetes. Ia sangat senang. Namja yang sudah seperti Guardian Angel untuknya, telah datang. Tapi, ia tak bisa mengekspresikan rasa senangnya. Yang hanya ia lakukan hanyalah menangis. Mungkin ia masih takut akan kejadian yang menimpa dirinya tadi. Jong Woon mendekap erat tubuh Hyun Yoo, memberikan dada bidangnya untuk bersandar dan meluapkan tangisannya. Sesekali mengusap-usa lembut rambut Hyun Yoo.

“ Menangislah, aku tak akan pergi darimu, aku akan disini untukmu”

Kemudian Jong Woon mulai merenggangkan pelukannya. Tangan Jong Woon terangkat , memegang dagu Hyun Yoo lembut, membantunya mendongak dan menatapnya. Dan beralih mengusap-usap lembut pundak Hyun Yoo, memberikan ketenangan. “ Gwenchana~ Gwenchana~” , bisiknya kemudian. Membuat Hyun Yoo berhenti menangis dan hanya membuat isakan – isakan kecil. Seketika jantung Hyun Yoo serasa berdetak tak seperti biasa melihat tatapan Jong Woon tulus.

Tatapan diantara mereka berdua tak dapat diartikan. Jong Woon terus saja menatap wajah yeoja dihadapannya. Tak terasa, ia malah semakin menarik dagu Hyun Yoo semakin mendekat. Jong Woon mulai memejamkan matanya. Sedangkan Hyun Yoo hanya terbelalak kaget, apa yang akan dilakukannya . Pikirannya langsung kalut. Hembusan nafas Jong Woon mulai terasa di pipi Hyun Yoo. Hyun Yoo tak ingin melihat apa yang dilakukan Jong Woon selanjutnya. Iapun ikut memejamkan mata. Sampai akhirnya . . . 

Chuu~~

Jong Woon mulai melumat lembut bibir pink Hyun Yoo , tak ada paksaan. Dan tak ada rasa nafsu di dalamnya. Yang hanya adalah rasa kasih sayang tulus untuk Hyun Yoo. Sepertinya Hyun Yoo masih kaget dengan perlakuan Jong Woon, sehingga ia tak membalas ciuman namja itu. Ia terdiam dengan pikirannya sendiri. Cukup lama mereka menautkan bibir mereka, hingga akhirnya , Jong Woon merasa ada yang meremas jasnya. Ia pun melepas tautannya itu. Nafas kedua insan itu, sedikit tersengal-sengal akibat tautan yang dibuat mereka. Tangan Jong Woon terangkat kembali, mengusap lembut bibir Hyun Yoo yang basah akibat ciumannya. Seulas senyum terukir manis di bibir Jong Woon. Sebaliknya Hyun Yoo mendongak dan membelalak tak  percaya. Ia seperti membeku sekarang. Ia sungguh tak mengerti maksud ciuman ini. Entahlah~ apa ia terlalu naïf?

Ku harap kau segera mengerti ,
Dan membuka hatimu untukku, Hyun Yoo-ah~

Cukup lama ia menatap mata sayu dan lelah Hyun Yoo. Iapun mulai tersadar dan sedikit malu karena tingkah Jong Woon yang tiba-tiba. Sesekali ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Ehem~ kajja kita pulang! “, Jong Woon mencoba menormalkan suaranya agar tidak terlihat gugup. Jong Woon yang melihat Hyun Yoo semakin menundukkan kepalanya , mencoba meraih tangan yeoja itu, dan menggengamnya. Seakan ia tak ingin yeojanya hilang dari sissinya lagi. DEG! Hyun Yoo yang digenggam tangannya hanya diam, bahkan semakin menunduk.

Mungkinkah ini cinta? Kenapa. . ?
Genggaman tangan hangatmu sekarang, membuat hatiku berdesir tak karuan,
Perasaan ini, perasaan yang sama ketika pertama kali aku bertemu dengan Donghae.
Hahh~ apa aku jatuh cinta lagi ?
Ani, Ani~

“ Gwenchana?”, Tanya Jong Woon ketika melihat Hyun Yoo geleng-geleng kepala sendiri. 

“ Nde?” Reflek Hyun Yoo tersontak dari lamunannya dan mendongak ke samping.

“ Kenapa kau tadi geleng-geleng kepala sambil memegang dadamu?”, Tanya Jong Woon penasaran.

“Apa kau tidak apa-apa? Apa dadamu sakit? Apa seharusnya kita pergi ke dokter?”, lanjutnya khawatir.

“Ah? A. . Aniyo~ Gwenchana”, sangkal Hyun Yoo sambil mengibaskan-ibaskan tangan satunya.

“Jinja ?”, Tanya Jong Woon meyakinkan.

“Ehm!” Hyun Yoo mengangguk dan kembali menunduk.

                Huufftt~~ Sepertinya memang iya, aku harus pergi ke dokter,
                Pikiran dan hatiku mulai gila. .

*******************************

                Sepanjang jalan, Jong Woon menfokuskan pada jalan yang didepannya. Ia tak berniat untuk mengajak bicara Hyun Yoo. Ia memberi  kesempatan untuk Hyun Yoo beristirahat, mungkin dia lelah. Di sela-sela menyetirnya ia berpikir,  dengan kejadian apa yang menimpanya sehingga membuatnya ketakutan seperti tadi. Apalagi, pakaian yang dipakai Hyun Yoo sudah tak serapi biasanya. Rambut Hyun Yoo juga terlihat acak-acakan. Jong Woon menggeleng cepat. Ani! Ia harus berpikir positif. Ia akan menanyakannya nanti.

“Eoh ? Kau sudah tidur?” , Jong Woon terkesiap, karena kepala Hyun Yoo tiba-tiba bersandar ke pundaknya. Ya, saat ini Hyun Yoo tertidur di pundak Jong Woon yang sedang sibuk menyetir. Sesekali Jong Woon melihat raut damai dan juga lelah yang terpancar di wajah manis Hyun Yoo. Tak terasa bibir Jong Woon menari sudut membentuk senyuman.

*******************************

           Sebuah mobil hitam berhenti di sebuah rumah. Ya, Hyun Yoo sekarang memang sudah tak tinggal di apartement. Dua minggu lalu , setelah kematian Donghae, ia harus menerima kepahitan lagi. Dia harus merelakan ayahnya yang sebagai kepala rumah tangga sekaligus penopang nafkah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Hyun Yoo sangat depresi akan hal itu. Tapi, hal itu tak berlangsung lama. Untungnya, dia punya sahabat seperti Jong Woon yang selalu menemaninya dalam suka maupun duka. Dan itu membuatnya kembali tegar, bahwa dirinya tak sendirian.

        Karena kepergian sang ayahnya, ia mulai mencari pekerjaan, untuk membayar semua uang kuliah dan kebutuhan keluarganya. Diapun menjual apartementnya hanya untuk mencukupi itu, dan kemudian pindah ke rumah yang saat ini Hyun Yoo tempati. Rumah yang terlihat lumayan kecil dan sederhana, terletak di atap. Cukup nyaman untuk di tinggali 1 orang saja. Meski begitu, Hyun Yoo tetap bersyukur dengan apa yang ada. Yang terpenting dia masih punya tempat berlindung, tidur, makan dan sebagainya ,itu sudah cukup.

         Jong Woon hanya diam di tempat. Berusaha tak melakukan gerakan yang bisa mengganggu ketenangan orang yang saat ini terlihat sangat nyaman memejamkan matanya dengan bersandar di bahu tegap Jong Woon. Karena gerakan sekecil apapun , munngkin saja. . akan membuat yeoja di sampingnya bangun. Jong Woon tampak tersenyum . Ia terus menatap wajah manis Hyun Yoo lekat. Seakan ia ingin waktu berhenti berputar.  Ia telusuri seluruh lekuk wajah yeoja yang ada di sisinya. Sampai ketika, saat pandangannya beralih ke bibir Hyun Yoo. Glek! Ia menelan salivanya dengan susah payah. Jantung Jong Woon kembali berdebar tak sesuai irama. “ Arggh~ Jangan Lagi~” geutu Jong Woon kesal. Jong Woon langsung mengalihkan pandangan ke luar jendela, dan menghirup oksigen sebisanya. Sambil terus meremas dadanya, yang terus berdetak aneh.

“ Eungh~” Tak berapa menit kemudian, ada pergerakan dari yeoja di sisinya. Hyun Yoo mengerjapkan matanya dan sesekali melenguh kecil. Saat matanya benar-benar terbuka, Ia terkejut . Kenapa ia bisa tidur dan bersandar di bahu Jong  Woon? Hyun Yoo kira ia sedari tadi bersandar di kaca. Melihat kenyataan itu, dengan sigap ia menjauhkan kepalanya dari bahu Jong Woon. Jong Woon hanya tersenyum geli melihat tingkah yeoja di sampingnya .

Aisshh~ Memalukan~~ , gerutunya dalam hati kesal dan sedikit salah tingkah. Mungkin mukanya mulai memerah saat ini. Hyun Yoo menghirup nafas panjang untuk menetralisir kegugupannya. Ia harus terlihat biasa saja.

“ Sudah sampai ya ?” , tanyanya berusaha untuk tak terlihat canggung.

“Ne” , jawab Jong Woon singkat dengan senyum  yang terukir di wajahnya.

“ Ehm. .” Hyun Yoo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena kecanggungan.

“ Kalau begitu, Gomawo sudah mengatarkanku, Jong Woon”, lanjutnya dan mulai menggapai pintu mobil di sisinya.

“ Changkaman!”, cegah Jong Woon. Iapun keluar dari mobil dan berjalan kesisi mobil, tempat Hyun Yoo duduk. Jong Woonpun membukakan pintu mobil untuk Hyun Yoo.

“ Go. .gomawo”, ucapnya ragu setelah keluar dari mobil . Tingkah Jong Woon memang sedikit aneh dan membuat Hyun Yoo tampak canggung.

“ Tak masalah. Cepatlah istirahatkan tubuhmu. .Kau terlihat lelah. .” , ucap Jong Woon dengan senyum tulusnya.

“ Ne”, Jawab Hyun Yoo dengan membalas senyum tulus namja itu.
Jong Woon terus memandang punggung Hyun Yoo yang semakin menghilang di balik pintu rumahnya.

TaoBaekhyunChanyeol


To be continued~~~~~~

Mian semakin GEJHE dan AMBURADUL ~ HUWAAHH~ MIANHAE~ T,T  dan banyak Typo-typonya~
Saking lamanya gak ngelanjutin , jadi , bingung ceritanya enaknya mau diterusin kayak gimana, -__-)?
jadinya begini dehh~~ Okke deh! Moga suka yaah~
KRITIK dan SARAN yang membangun aku tunggu~
Hargai AUTHOR ,ne ! ^^
KOMEN MU SANGAT BERHARGA! #BOW
THANKS FOR VISIT BEFORE! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar