Judul : Crush
Author : Choi Hyuk Ra (Rentika)
Genre : Romance , Hurt.
Inspired from : Song of Sandeul - Crush
Cast : Song Hyun Yoo as You
Yesung as Kim Jong Woon
Author : Choi Hyuk Ra (Rentika)
Genre : Romance , Hurt.
Inspired from : Song of Sandeul - Crush
Cast : Song Hyun Yoo as You
Yesung as Kim Jong Woon
Park Hyo Jin (new cast)
Other Cast : Temukan sendiri.
Other Cast : Temukan sendiri.
Anyeong! Chapter 5 udah rilis! Mianhae LUAMAA BUANGET and mianhae kalo semakin Geje geurigo banyak typo-yuponya pas baca, karena author juga manusia. Udah deh gak banyak bacot. Lets Fly!
Seorang namja memandang udara di
atasnya seakan menantikan sebuah jawaban dari awan yang bergelayut menghiasi
langit cerah Seoul pagi ini. Angin musim semi yang tak henti-hentinya , membuat
rambut hitam pria itu , terkadang melambai-lambai, tak mengurangi kadar
ketampanan pria ini. Sekilas pikiran tentang Ayahnya yang memaksanya untuk
menikah . Dia tahu , kalau Ayahnya melakukan itu, hanya untuk mengambil
keuntungan dalam bisnisnya saja. Tapi, tidakah ayahnya bisa mengerti
perasaannya kali ini? Tidak adakah cara lain selain menikah dengan wanita yang
tidak dicintainya? Ini sungguh tak adil buatnya. Haruskah ia menjalani seluruh
hidupnya bersama wanita itu, Park Hyo Jin untuk selamanya? Dia saja belum
mengutarakan isi hatinya pada Hyun Yoo. Dia juga ingin tahu perasaan Hyun Yoo
padanya seperti apa. Karena sikap Hyun Yoo padanya semakin berubah padanya .
“Argghhh~ apa yang harus aku
lakukan ?” , erangnya mengacak rambut yang sudah acak. Seminggu lagi , adalah
hari pernikahanku bersama Park Hyo Jin. Setelah ini, Jong Woon diharuskan oleh
Eommanya untuk menjemput gadis itu di rumahnya. Mereka harus segera menyiapkan
baju pernikahan mereka. Walau dengan terpaksa ia menuruti perkataan eommanya .
Sampailah ia di rumah keluarga besar Tuan Park. Sebelum
masuk saja sudah tergambar dengan jelas, betapa orang ini memegang saham
terbesar di sebuah perusahaan . Pantas ayahnya ingin bekerja sama dengan Tuan
Park. Rumahnya sungguh seperti sebuah istana. Taman – taman yang hijau rapi
terbentang di sisi kanan kirinya. Rumput yang dibentuk sedemikian rupa,
menciptakan sebuah karya seni yang indah. Mobil yang berjajar rapi di bagasi
rumahnya, terlihat jelas. Jong Woon sudah berada di depan pintu sekarang .
Ting Tong ~
Ting Tong ~
Tak lama, terbukalah pintu itu. Tampak seorang ahjuma ,
mungkin pembantu di rumah tersebut, membukakan pintu besar rumah itu.
“Maaf cari siapa tuan muda?”
“Saya Jong Woon , saya. .”
Sebelum sempat melanjutkan. Terdengar suara yeoja menyeru
Ahjuma tersebut “ Bi, siapa ?”
Ahjuma tersebut mengalihkan pandangannya ke arah sumber
suara . Jong Woon secara otomatis juga mengikuti arah dimana Ahjuma itu
menoleh.
“Ini Nyonya. .Tuan Jong Woon”
“ Oh, Jong Woon? Persilahkan dia masuk, Aku akan
memanggil Hyo Jin”, ucap Nyonya Park datar. Mungkin Nyonya Park masih kesal
dengan tingkah Jong Woon yang meninggalkan pertemuan perjodohan secara
tiba-tiba. Tapi, biarlah , pikir Jong Woon.
“ Silahkan Tuan”, Ahjuma mempersilahkan Jong Woon dengan
ramah. Yang hanya dibalas oleh Jong Woon dengan anggukan kepala singkat , dan
mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah besar itu. Jong Woon sekarang
sudah duduk di sebuah sofa ruang tamu rumah itu. Tidak terlihat Nyonya Park
yang tadi menyuruhnya masuk.
“Jong. . Jongwoon” , Ucap suara yeoja yang tak lain
adalah Park Hyo Jin. Hyo Jin sedikit terbata, karena ia tidak menyangka saja.
Jong Woon benar-benar menuruti orang tuanya untuk vitting baju pernikahan untuk
pernikahan mereka nanti. Dia kira ia tak datang. Meskipun, memang Jong Woon
datang, karena dipaksa oleh Orang tuanya. Itu tidak ada niatan dalam hatinya.
Lihatlah, sekarang saja, ia menatap Hyo Jin dengan tatapan datar.
“Kajja!”, ajak Jong Woon datar. Jong Woon beranjak
berdiri dan melangkahkan kakinya keluar rumah besar itu. Park Hyo Jin mengikuti
Jong Woon, dia hanya menatap Jong Woon nanar dibelakangnya. Sampainya ia dekat mobil miliknya, dia
langsung masuk ke dalam mobilnya. Tak membukakan pintu samping mobil untuk
yeoja itu. Park Hyo Jin hanya menatap arah gerak Jong Woon yang sudah masuk
duluan ke dalam mobil dengan tatapan nanar. Jong Woonpun membukakan pintu
samping mobilnya untuk dirinya sendiri dan bergegas masuk. Tak memeperhatikan
yeoja yang sempat berhenti sejenak, sambil menatapnya dengan tatapan yang tidak
dapat diartikan. Par Hyo Jin memberanikan dirinya untuk membuka pintu mobil itu
dan duduk di samping kemudi Jong Woon. Ada rasa tak menentu dalam hatinya. Dia
tidak berani menatap Jong Woon di sampingnya . Hyo Jin memperhatikan jalan yang
ada di sampingnya melalui jendela mobil.
Sesekali ia melirik Jong Woon yang serius dengan jalan didepannya. Hening. Jong
Woon sama sekali tak ingin berbicara dengan yeoja ini. Tak berminat.
“Jong..Jong Woon” , Lagi-lagi Hyo Jin menampakkan kegugupannya
pada namja ini.
“Wae?”, tanya Jong Woon singkat dan dengan muka yang
datar.
“Bolehkah aku bertanya , emm. . kenapa sikapmu begitu
acuh padaku? Apakah aku melakukan kesalahan?”, tanyanya dengan kerut terlihat
di keningnya.
“Ani.”, jawab singkat.
“Lalu?” Tanya yeoja itu lagi.
“Karena aku tidak mau menikah dengan gadis yang tidak aku
cintai.”
“Jadi, kau melakukan ini hanya ter. .paksa? Lalu, kenapa
kau terima perjodohan ini? Seharusnya kau menolaknya ,kenapa masih. . ” belum
sempat mengucapkan kalimat itu sampai selesai.
“Ya, aku melakukannya dengan terpaksa. Aku tidak menerima pernikahan ini. Hatiku menolaknya. Kenapa aku masih menerimanya? Ya , karena aku masih belum tahu cara untuk menghentikan pernikahan ini, maaf ”, jelas Jong Woon datar , masih focus pada jalan didepannya. Seketika nafas Hyo Jin terekat. Dugaannya selama ini benar , ini hanya cinta sepihak. Kenapa ia mencintai orang yang sebenarnya mencintai orang lain. Kenapa? Ya, ia tahu bahwa Jong Woon pastilah mencintai Hyun Yoo, sahabatnya. Hatinya terasa sakit saat ini, seolah Jong Woon melemparkan jarum yang tajam ke dadanya sekarang. Sesak sekali, mata Hyo Jin mulai berkaca-kaca, membuat ia mengalihkan pandangannya ke luar jendela lagi. Ia tak ingin menginginkan Jong Woon melihat kelemahannya. Toh, Jong Woon juga tak akan sudi memandangnya saat ini. Sungguh miris.
“Aku ingin kau jadi miliku, Menatapku special seperti gadis itu, Hyun Yoo,Andaikan aku datang sebelum dia, dan memutar waktu , Akankah kau melihatku?Mencintaiku? Dan menikah denganku?Jika tidak, aku akan berusaha bagaimanapun itu caranya. .” gumam Hyo Jin dengan senyum miris di sela-sela air mata yang hampir jatuh membasahi pipinya.
Sampailah mereka di butik tempat mereka akan vitting baju
pengantin.
“Eoseo Eoseyo”, sambut pegawai butik itu.
“Apakah ada yang bisa saya bantu?”, tanya pegawai itu kemudian pada namja yang berdiri di sampingnya. Yang ditanya hanya diam. Hyo Jin memandang ke arah Jong Woon dengan tatapan nanar dan sedikit kesal. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada pegawai wanita itu .
“Ne, kami mencari sebuah gaun pengantin yang cocok buat kami. Bisakah?” Hyo Jin menganggukan kepala dengan senyum yang dipaksakan . Jong Woon melirik gadis disampingnya datar dan malas.
“Ne, silahkan ikut saya Nona.”. Hyo Jin mengikuti arah
pegawai itu mengantarnya. Sedangkan Jong Woon duduk dalam sebuah sofa sambil
mengotak atik ponselnya. Ia sedang mengirimkan pesan singkat pada Hyun Yoo ,
untuk janjian di suatu tempat. Ia ingin memberikan kejutan padanya.Karena ia
baru ingat bahwa hari ini adalah bertepatan dengan ualng tahun Hyun Yoo. Jong
Woon masih focus melenggangkan jari-jarinya bebas diatas ponsel miliknya.
Tak beberapa lama kemudian,
Sreeet~ Gorden terbuka , menampilkan sosok Hyo Jin yang
anggun dan berkilau dengan gaun pernikahan yang dipakainya. Gaun yang pastinya
sangat berkelas di kalangan orange lit. Jong Woon masih belum mengalihkan
pandangannya pada yeoja di depannya. Membuat Hyo Jin menatap nanar , sekaligus
ia sedikit kesal dengan namja yang dihadapannya. Dadanya masih bergemuruh.
Dengan sekuat tenaga, ia mulai mengucapkan suara.
“ Jong Woon~ Eotthe?”
“ Jong Woon~ Eotthe?”
Jong Woon mendongak perlahan , dia sedikit kagum dengan
gaun yang dipakainya. Membuat yeoja yang berdiri dihadapannya terlihat lebih
anggun. “ Bagus~” , jawabnya singkat dengan muka datar . Hyo Jin hanya mengigit
bibir bawahnya kesal dengan tatapan yang menunjukkan raut kekesalan. Hyo Jin
menghembuskan nafasnya kesal. “ Aku rasa ini saja “, ucapa Hyo Jin pada pegawai
wanita itu.
“Sekarang anda Tuan, boleh ikut saya, saya akan pilihkan
kemeja yang bagus dan cocok buat anda.”, Jong Woon yang mendengr itu , hanya
menurutinya saja dengan malas.
Sreettt~
5 menit kemudian , gorden terbuka, menampakkan pria yang
begitu elegan dengan tuxedo dan kemeja yang membuat kadar ketampananya semakin
bertambah. Mungkin gadis yang melihatnya akan pingsan seketika, ketika, melihat
penampilan Jong Woon kali ini. Agak berlebihan mungkin, tapi, inilah
kenyataannya. Hyo Jin tertegun seketika melihat pria yang ada dihadapannya.
Benarkah ini Jong Woon? Jong Woon yang dipandang hanya memandang datar yeoja
dihadapannya. Tak ada raut kesenangan dalam wajahnya.
“Omo~ Tuan , Nona , anda begitu serasi. Pakaian ini
sungguh cocok untuk anda. Bolehkah saya mengambil foto anda berdua ?” , tawaran
itu , hanya diiyakan sebelah pihak oleh Hyo Jin. Jong Woon bingung dan hanya mengikuti
saja dengan terpaksa.
“Lebih dekat nona~” perintah pegawai wanita itu dengan
sumringah. Hyo Jin menuruti pegawai itu
untuk mendekat. Walau sedari tadi , degup jantungnya tak dapat dikontrol lagi. Sedangkan
Jong Woon? Jong Woon hanya melihat tak suka, dan mengalihkan pandangannya pada
pegawai wanita itu dengan senyuman yang dipaksakan natural.
“ Hana. . Deul . . Set
Jeprret!” “Whoaa~ pasangan yang serasi, membuatku iri”, ucap pegawai
wanita itu.
Hyo Jin hanya membalasnya dengan senyuman.
Sementara itu, mereka
tidak tahu bahwa ada seseorang yang
tidak sengaja melihat kedua insan dibalik jendela transparan butik
tersebut dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Hingga akhirnya, tatapan Jong
Woon dan yeoja dibalik kaca jendela itu bertemu. Yeoja itu Hyun Yoo. Jong Woon dengan senyum yang dipaksakan tadi
itu kembali memudar . Hyun Yoo yang
mendapat balasan tatapan dari Jong Woon , langsung beralih, dan pergi dari
tempat itu. Dada Hyun Yoo tiba-tiba bergemuruh , ada sesuatu yang ganjal dalam
hatinya. Kenapa ia begitu sakit melihat Jong Woon berdua dengan yeoja lain
dengan memakai gaun pengantin. Apakah mereka akan segera menikah? Mungkin ia.
Dan memang apa urusannya dengannya. Seharusnya sebagai sahabat tidakkah ia akan
merasa senang jika sahabat sendiri sudah menemukan pendamping hidup? Kenapa
hatinya begitu sakit , sampai-sampai tak terasa peluh sudah membasahi pipi
putihnya saat ini. Ia tak kuasa membendungnya “Hey, kenapa aku menangis? Ada
apa denganku? Seharusnya aku ikut senang jika, sahabat sendiri akan menikah
,kan? Kenapa malah sedih dan sakit seperti ini?” , gumam Hyun Yoo yang terus
menerus meruntuki dirinya. “Aissh, aku mungkin sudah gila”, lanjutnya sambil
mengusap kasar peluh yang terus membasahi pipinya. Tak diperdulikannya , orang
yang melihatnya dengan tatapan heran. Dia terus melangkahkan kakinya asal tanpa
arah.
Kaki Jong Woon seperti beku seketika. Entah kenapa ia
merasa bersalah pada Hyun Yoo saat ini. Matanya hanya menatap Hyun Yoo yang
mulai berjalan menjauh dari butik tesebut. Ingin ia berlari mengahmpirinya saat
ini juga. Ya, ia harus berlari menyusulnya. Tapi, kenapa kakinya begitu kaku?
Dilepaskannya jas dan tuxedo yang ia pakai , dan mulai melangkahkan kaki keluar
butik tersebut. “Jong Woon!!”, mata Hyo Jin terbelalak kaget dengan sikap namja
itu. Tak diperdulikannya Hyo Jin yang memanggilnya. Ia harus menjelaskannya
pada Hyun Yoo. Tunggu! Menjelaskan untuk apa? Dia saja tidak ada hubungannya dengan Hyun
Yoo, hanya sekedar sahabat. Dan apa masalahnya ? Apapun itu, Jong Woon tak
peduli, ia tetap akan menyusulnya.
“Kajimaa~~” lirih Jong Woon yang terus berlari mengikuti
Hyun Yoo.
“Jebal , kajima~~”, lirih Hyo Jin sedih pada Jong Woon
yang sudah hilang dalam jarak pandangnya. Ia
meremas gaun yang dipakainya .
Kakinya terasa lumpuh , dia sudah tak bisa menopang tubuhnya lagi. Iapun tersungkur
dilantai.
“No..na? Gwenchana?”, tanya pegawai itu cemas. Park Hyo Jin hanya menundukkan kepalanya, meremas
gaun pengantin itu sedih.
Hyun Yoo, kau tahu ini begitu sakit untukku ,
Kau juga harus merasakan hal yang sama sepertiku,
Aku tak terima ini, Jong Woon , kau harus jadi milikku, apapun itu, karena aku mencintaimu. .
-Park Hyo Jin-
Hyun Yoo terus berlari . Tak terlalu berkonsentrasi
dengan jalan didepannya. Terkadang ia tertabrak oleh orang yang sibuk lalu
lalang melaluinya. Tetes demi tetes air
mata terus meluncur dari mata indahnya.
“Oh, jebal Hyun Yoo, kenapa kau tak berhenti menangis~”,
gumanya yang mengusap air matanya kasar. Lama-lama langkah Hyun Yoo , semakin
lemah. Ia terlihat sedikit
terseyok-seyok, seolah tubuhnya tak bisa lagi di topang. Dia terus berkutat dengan pikirannya sampai
akhirnya ia tak mengerti bahwa lampu di seberang jalan masih menunjukkan warna
hijau. Dia terus menyebrang tanpa melihat kanan dan kiri. Dari arah kiri,
terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang , yang menuju arah yeoja
itu. Semakin dekat, dan semakin dekat , hingga kemudian sebuah tangan berhasil
menarik paksa tangan yeoja itu. Membuat
yeoja itu terhuyung ke belakang dan membalik paksa tubuhnya yang sukses
ditangkap oleh tubuh bidang seorang namja. Namja yang tak lain adalah Jong Woon
, mendekap Hyun Yoo begitu erat, seakan ia takut kehilangan yeoja itu. Jong
Woon menutup matanya, Ia masih menikmati moment ini. Ia bisa merasakan
kehangatan dan kenyamanan khas dari yeoja yang didekapnya saat ini.
Ia juga merasakan bahwa yeoja yang didekapnya ini sedang
menangis. Terlihat jelas dari tubuh yeoja ini yang bergetar dan terisak.
Tak berselang kemudian, Hyun Yoo baru menyadari bahwa ia
didekap oleh seorang namja. Tapi, siapa dia? Bau ini seperti bau yang khas
tubuh namja di butik tadi. Tidak mungkin dia!
“Jong Woon~”, gumamnya dalam hati dengan mata masih
terbelalak kaget, tak percaya akan hal ini.
“Lepaskan !!” , Hyun Yoo mencoba melepaskan diri dari
dekapan Jong Woon. Pemberontakan itu, tak mempan baginya. Jong Woon malah
semakin mengeratkan dekapannya.
“Babo, kau tidak tahu kalau rambu lalu lintasnya masih
hijau. Apa yang sedang kau pikirkan? kalau saja , aku tak menarik tanganmu ,
kau pasti akan tertabrak mobil. Aku tak ingin itu terjadi.” , ucapnya lembut di
sela pelukannya. Hyun Yoo terdiam sejenak . Dan kemudian mulai memberontak.
“Lepaskan aku ~” , sedikit lirih dengan suara bergetar.
“Aku bilang lepaskan aku babo ! Aku tak bisa bernafas ! aish~”, desak Hyun Yoo.
Jong Woonpun melepaskan tubuh Hyun Yoo dari dekapannya.
“Mianhae”, ucap Jong Woon pelan, menatap yeoja yang
dihadapannya yang terlihat terus menunduk. Jong Woon mengerti bahwa ia
menyembunyika sesuatu darinya. Kenapa ia tak jujur padanya saja?
“Ani, bukan salahmu”, Hyun Yoo menggelengkan kepalanya dalam wajah tertunduk. “Aku memang sudah gila. Mianhae. . keurigo . . Chukhae~”, Hyun Yoo membalikkan tubuhnya sambil terus menundukkan kepalanya dan kemudian berjalan menjauhi Jong Woon.
Jong Woon menatap punggung tubuh
Hyun Yoo yang semakin menjauh . Tidak! Dia seharusnya tidak diam saja. Ia tidak
ingin yeoja itu menyalahkan dirinya sendiri seperti itu. Hingga tak terasa kaki
Jong Woon mulai bergerak, hendak melangkah menyusul yeoja itu. Dengan langkah
pasti Jong Woon melangkah , berjalan menyusul
yeoja itu. Ia menarik pundak yeoja itu agar berbalik mengahadapnya.
Tubuh yang ditarik sedikit terlonjak . Hyun Yoo mendongak membelalakkan
matanya. Seketika . . . Chu~ Jong Woon berhasil mencium bibir pink Hyun Yoo
saat yeoja itu mendongak. Hyun Yoo masih terbelalak kaget . Matanya masih
terbuka. Ia merasa tubuhnya telah beku. Entahlah, dia tak bisa menolak ciuman
ini. Saat ini, Ia masih bisa melihat wajah Jong Woon sedekat ini dengan mata
yang masih terpejam . Sedetik kemudian, Jong Woon membuka matanya dan
menjauhkan mukanya dari Hyun Yoo. Dia tersenyum melihat ekspresi terkejut Hyun
Yoo saat ini. Lihatlah ! Hyun Yoo tampak berkedip mata puppy eyesnya
berkali-kali untuk menetralisir kegugupannya dan kekagetannya. Hyun Yoo menelan
salivanya kasar sambil terus menatap wajah tampan Jong Woon. Itu yang membuat Jong Woon semakin ingin
menciumnya. “Hehe. . dia lucu sekali”
“Apa maksudmu dengan . .”,
“Saranghae Hyun Yoo~ ”, ucap Jong Woon tiba-tiba.
Akhirnya ucapan itu meluncur saja di bibir namja ini. Perasaan yang selama ini
ia tutupi , akhirnya terkuak sudah. Dia sudah tak tahan lagi menahan
perasaannya lebih lama. Mungkin menurutnya , inilah waktu yang tepat.
“ MWO?!”, Hyun Yoo terbelalak kaget dengan pengutaraan Jong Woon. Apa yang dia katakana? Apa ia tidak salah dengar? Apa ia sekarang ada di alam mimpi? Tidak, tidak, ini nyata.
“Ma-mak-sudmu?”, ucapnya gugup.
“Sepertinya aku mencintaimu , bahkan aku mencintaimu sebelum
kau bersama Dong Hae, Apalagi saat kau menjadi pacar namj aitu , hatiku rasanya
kelu, tapi, saat melihatmu tersenyum bahagia di sampingnya. Aku ikut bahagia.
Mungkin dia bisa menjadi yang terbaik
untukmu. Aku rela mengorbankan cinta ini hanya untuk melihatmu bahagia, Dan
setelah kepergiannya , aku semakin menyayangimu sebagai yeoja yang special di
hatiku. Aku akan berusaha menjadi namja yang bisa kau jadikan sandaran saat kau
bersedih . Aku ingin menggantikan Donghae dihatimu , bisakah? ”, Jong Woon
terus menatap lekat yeoja yang ada dihadapannya , meminta sebuah jawaban dari
pernyataannya.
“Dan. . apa yang aku liat di butik itu? Bukankah kau . . ” Hyun Yoo bertanya balik , seperti meminta sebuah penjelasan.
“Itu . . aku dipaksa menikah oleh gadis itu, hanya untuk kepentingan bisnis Ayahku. Dia ingin mengambil keuntungan dari pernikahan ini. Tidakkah itu tindakan egois? Tapi, aku tak ingin, aku tak ingin menikah dengannya Hyun Yoo-ah . Aku mencintaimu . Aku tak ingin menikahi seorang yeoja selain dirimu.” Ucapnya pada Hyun Yoo sambil memegang tangan Hyun Yoo dan mengusapnya pelan.
“Dan . . .Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, kau bisa memikirkanya”, lanjutnya lagi disertai senyum simpul tampan namja ini. Hyun Yoo menghembuskan nafasnya pelan . Seolah mengumpulkan energy untuk mengungkapkan sesuatu yang sulit sekali untuk diucapkan saat ini. Perasaan sesungguhnya yang ada pada dirinya. Hyun Yoo menunduk sejenak, sekilas melihat pertautan tangannya yang terus di genggam oleh Jong Woon. Ia tersenyum, dan kemudian mendongak, memberanikan menatap manik mata Jong Woon. Manik mata Jong Woon yang teduh dan nyaman itu kini menatap mata indah Hyun Yoo. Mereka saling menatap satu sama lain. Walau saat ini detak jantung mereka teus saja berlomba-lomba untuk berdegup cepat . Hyun Yoo harus memberanikan diri. Iapun lantas tersenyum.
“Ani, aku takut jika tak mengungkapkannya sekarang , aku akan menyesal untuk selamanya. ”, ucapnya kemudian.
“Aku baru merasa bahwa kehadiranmu selalu berarti buatku. Mungkin karena kau selalu ada untukku saat aku sedih dan aku membuatku selalu nyaman bersamamu . Ditambah lagi Hatiku selalu berdetak jika di sampingmu. Entah kenapa, aku sakit melihatmu bersama yeoja lain. Hatiku sesak . Mungkin aku sudah gila. Tapi . . aku juga mencintaimu Kim Jong Woon, Saranghae~” lanjutnya.
Seketika , hati
Jong Woon seperti terdapat kembang api , yang di dalamnya mereka meletus indah
menghiasi relung hatinya. Oh, akhirnya , inilah yang ia tunggu selama ini. Ia
pun tersenyum bahagia.
Jong Woon langsung membawa tubuh mungil Hyun Yoo dalam
pelukannya.
“ Berjanjilah, untuk tetap disampingku , apapun yang
terjadi. Jangan menghilang dari jarak pandangku. Mengerti?” Hyun Yoo hanya tersenyum dan menanggapinya
dengan anggukan kepala di sela pelukan mereka. Jong Woon bisa merasakan
pergerakan itu. Dan semakin mengeratkan pelukannya pada Hyun Yoo.
“Gomawo” , lirih Jong Woon, di samping telinga Hyun Yoo.
Hyun Yoo hanya tersenyum dan mulai memejamkan matanya menikmati aroma Jong Woon
dalam dekapannya. Mereka saling menyalurkan perasaan bahagia mereka dalam
kenyaman pelukan tersebut.
Berbeda jauh dengan seseorang yang melihat nanar kejadian
tersebut, bahkan dia telah melihat adegan ciuman itu, didepan mata kepalanya
sendiri. Seketika tubuhnya bergetar hebat, tanganya mengepal, meremas ponsel
yang sedari tadi digunakannya untuk menelpon Jong Woon, tapi, tak dianngkatnya. Tidakkah itu menyakitkan?
Dicampakkan dan dipermalukan di butik tadi membuatnya geram.
Aku tak tahan lagi!!Kau akan mendapatkannya Hyun Yoo-ah!! Kau akan merasakan sepertiku!! bagaimana dicampakkan dan dipermalukan sepertiku!!
-Park Hyo Jin-
Kya! Kya! Akhirnya
bertahun-tahun sudah FF ini baru di posting #alay
Mian, sempet lupa sama ceritanya. .
and Mian kalau ada typo-typo yang gak jelas . . dan berantakan . .
Maklum Buatnya ngebut ~~~ :3
Mian, sempet lupa sama ceritanya. .
and Mian kalau ada typo-typo yang gak jelas . . dan berantakan . .
Maklum Buatnya ngebut ~~~ :3
Bye! See you next year!
Eh, next time!
****************************
CRUSH --- CHAPTER 5


