Jumat, 03 Januari 2014

CRUSH --- CHAPTER 5

Judul : Crush
Author : Choi Hyuk Ra (Rentika)
Genre : Romance , Hurt.
Inspired from  : Song of Sandeul - Crush
Cast : Song Hyun Yoo as You
           Yesung as Kim Jong Woon
           Park Hyo Jin (new cast)
Other Cast : Temukan sendiri.



Anyeong! Chapter 5 udah rilis! Mianhae  LUAMAA BUANGET and mianhae kalo semakin Geje geurigo banyak typo-yuponya pas baca, karena author juga manusia. Udah deh gak banyak bacot. Lets Fly!

Seorang namja memandang udara di atasnya seakan menantikan sebuah jawaban dari awan yang bergelayut menghiasi langit cerah Seoul pagi ini. Angin musim semi yang tak henti-hentinya , membuat rambut hitam pria itu , terkadang melambai-lambai, tak mengurangi kadar ketampanan pria ini. Sekilas pikiran tentang Ayahnya yang memaksanya untuk menikah . Dia tahu , kalau Ayahnya melakukan itu, hanya untuk mengambil keuntungan dalam bisnisnya saja. Tapi, tidakah ayahnya bisa mengerti perasaannya kali ini? Tidak adakah cara lain selain menikah dengan wanita yang tidak dicintainya? Ini sungguh tak adil buatnya. Haruskah ia menjalani seluruh hidupnya bersama wanita itu, Park Hyo Jin untuk selamanya? Dia saja belum mengutarakan isi hatinya pada Hyun Yoo. Dia juga ingin tahu perasaan Hyun Yoo padanya seperti apa. Karena sikap Hyun Yoo padanya semakin berubah padanya .
“Argghhh~ apa yang harus aku lakukan ?” , erangnya mengacak rambut yang sudah acak. Seminggu lagi , adalah hari pernikahanku bersama Park Hyo Jin. Setelah ini, Jong Woon diharuskan oleh Eommanya untuk menjemput gadis itu di rumahnya. Mereka harus segera menyiapkan baju pernikahan mereka. Walau dengan terpaksa ia menuruti perkataan eommanya .

Sampailah ia di rumah keluarga besar Tuan Park. Sebelum masuk saja sudah tergambar dengan jelas, betapa orang ini memegang saham terbesar di sebuah perusahaan . Pantas ayahnya ingin bekerja sama dengan Tuan Park. Rumahnya sungguh seperti sebuah istana. Taman – taman yang hijau rapi terbentang di sisi kanan kirinya. Rumput yang dibentuk sedemikian rupa, menciptakan sebuah karya seni yang indah. Mobil yang berjajar rapi di bagasi rumahnya, terlihat jelas. Jong Woon sudah berada di depan pintu sekarang .

Ting Tong ~

Ting Tong ~

Tak lama, terbukalah pintu itu. Tampak seorang ahjuma , mungkin pembantu di rumah tersebut, membukakan pintu besar rumah itu.

“Maaf cari siapa tuan muda?”

“Saya Jong Woon , saya. .”

Sebelum sempat melanjutkan. Terdengar suara yeoja menyeru Ahjuma tersebut “ Bi, siapa ?”
Ahjuma tersebut mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara . Jong Woon secara otomatis juga mengikuti arah dimana Ahjuma itu menoleh.

“Ini Nyonya. .Tuan Jong Woon”

“ Oh, Jong Woon? Persilahkan dia masuk, Aku akan memanggil Hyo Jin”, ucap Nyonya Park datar. Mungkin Nyonya Park masih kesal dengan tingkah Jong Woon yang meninggalkan pertemuan perjodohan secara tiba-tiba. Tapi, biarlah , pikir Jong Woon.

“ Silahkan Tuan”, Ahjuma mempersilahkan Jong Woon dengan ramah. Yang hanya dibalas oleh Jong Woon dengan anggukan kepala singkat , dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah besar itu. Jong Woon sekarang sudah duduk di sebuah sofa ruang tamu rumah itu. Tidak terlihat Nyonya Park yang tadi menyuruhnya masuk.

“Jong. . Jongwoon” , Ucap suara yeoja yang tak lain adalah Park Hyo Jin. Hyo Jin sedikit terbata, karena ia tidak menyangka saja. Jong Woon benar-benar menuruti orang tuanya untuk vitting baju pernikahan untuk pernikahan mereka nanti. Dia kira ia tak datang. Meskipun, memang Jong Woon datang, karena dipaksa oleh Orang tuanya. Itu tidak ada niatan dalam hatinya. Lihatlah, sekarang saja, ia menatap Hyo Jin dengan tatapan datar.

“Kajja!”, ajak Jong Woon datar. Jong Woon beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya keluar rumah besar itu. Park Hyo Jin mengikuti Jong Woon, dia hanya menatap Jong Woon nanar dibelakangnya.  Sampainya ia dekat mobil miliknya, dia langsung masuk ke dalam mobilnya. Tak membukakan pintu samping mobil untuk yeoja itu. Park Hyo Jin hanya menatap arah gerak Jong Woon yang sudah masuk duluan ke dalam mobil dengan tatapan nanar. Jong Woonpun membukakan pintu samping mobilnya untuk dirinya sendiri dan bergegas masuk. Tak memeperhatikan yeoja yang sempat berhenti sejenak, sambil menatapnya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Par Hyo Jin memberanikan dirinya untuk membuka pintu mobil itu dan duduk di samping kemudi Jong Woon. Ada rasa tak menentu dalam hatinya. Dia tidak berani menatap Jong Woon di sampingnya . Hyo Jin memperhatikan jalan yang ada di sampingnya  melalui jendela mobil. Sesekali ia melirik Jong Woon yang serius dengan jalan didepannya. Hening. Jong Woon sama sekali tak ingin berbicara dengan yeoja ini.  Tak berminat.

“Jong..Jong Woon” , Lagi-lagi Hyo Jin menampakkan kegugupannya pada namja ini.

“Wae?”, tanya Jong Woon singkat dan dengan muka yang datar.

“Bolehkah aku bertanya , emm. . kenapa sikapmu begitu acuh padaku? Apakah aku melakukan kesalahan?”, tanyanya dengan kerut terlihat di keningnya.

“Ani.”, jawab singkat.

“Lalu?” Tanya yeoja itu lagi.

“Karena aku tidak mau menikah dengan gadis yang tidak aku cintai.”

“Jadi, kau melakukan ini hanya ter. .paksa? Lalu, kenapa kau terima perjodohan ini? Seharusnya kau menolaknya ,kenapa masih. . ” belum sempat mengucapkan kalimat itu sampai selesai.

“Ya, aku melakukannya dengan terpaksa. Aku tidak menerima pernikahan ini. Hatiku menolaknya. Kenapa aku masih menerimanya? Ya , karena aku masih belum tahu cara untuk menghentikan pernikahan ini, maaf ”, jelas Jong Woon datar , masih focus pada jalan didepannya. Seketika nafas Hyo Jin terekat. Dugaannya selama ini benar , ini hanya cinta sepihak. Kenapa ia mencintai orang yang sebenarnya mencintai orang lain. Kenapa? Ya, ia tahu bahwa Jong Woon pastilah mencintai Hyun Yoo, sahabatnya.  Hatinya terasa sakit saat ini, seolah Jong Woon melemparkan jarum yang tajam ke dadanya sekarang. Sesak sekali, mata Hyo Jin mulai berkaca-kaca, membuat ia mengalihkan pandangannya ke luar jendela lagi. Ia tak ingin menginginkan Jong Woon melihat kelemahannya. Toh, Jong Woon juga tak akan sudi memandangnya saat ini. Sungguh miris.

“Aku ingin kau jadi miliku, Menatapku special seperti gadis itu, Hyun Yoo,Andaikan aku datang sebelum dia, dan memutar waktu , Akankah kau melihatku?Mencintaiku? Dan menikah denganku?Jika tidak, aku akan berusaha bagaimanapun itu caranya. .” gumam Hyo Jin dengan senyum miris di sela-sela air mata yang hampir jatuh membasahi pipinya.

Sampailah mereka di butik tempat mereka akan vitting baju pengantin.

“Eoseo Eoseyo”, sambut pegawai butik itu. 

“Apakah ada yang bisa saya bantu?”, tanya pegawai itu kemudian pada namja yang berdiri di sampingnya. Yang ditanya hanya diam. Hyo Jin memandang ke arah Jong Woon dengan tatapan nanar dan sedikit kesal.  Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada pegawai wanita itu .

“Ne, kami mencari sebuah gaun pengantin yang cocok buat kami. Bisakah?” Hyo Jin menganggukan kepala dengan senyum yang dipaksakan . Jong Woon melirik gadis disampingnya datar dan malas.

“Ne, silahkan ikut saya Nona.”. Hyo Jin mengikuti arah pegawai itu mengantarnya. Sedangkan Jong Woon duduk dalam sebuah sofa sambil mengotak atik ponselnya. Ia sedang mengirimkan pesan singkat pada Hyun Yoo , untuk janjian di suatu tempat. Ia ingin memberikan kejutan padanya.Karena ia baru ingat bahwa hari ini adalah bertepatan dengan ualng tahun Hyun Yoo. Jong Woon masih focus melenggangkan jari-jarinya bebas diatas  ponsel miliknya.

Tak beberapa lama kemudian,
Sreeet~ Gorden terbuka , menampilkan sosok Hyo Jin yang anggun dan berkilau dengan gaun pernikahan yang dipakainya. Gaun yang pastinya sangat berkelas di kalangan orange lit. Jong Woon masih belum mengalihkan pandangannya pada yeoja di depannya. Membuat Hyo Jin menatap nanar , sekaligus ia sedikit kesal dengan namja yang dihadapannya. Dadanya masih bergemuruh. Dengan sekuat tenaga, ia mulai mengucapkan suara.

“ Jong Woon~ Eotthe?”

Jong Woon mendongak perlahan , dia sedikit kagum dengan gaun yang dipakainya. Membuat yeoja yang berdiri dihadapannya terlihat lebih anggun. “ Bagus~” , jawabnya singkat dengan muka datar . Hyo Jin hanya mengigit bibir bawahnya kesal dengan tatapan yang menunjukkan raut kekesalan. Hyo Jin menghembuskan nafasnya kesal. “ Aku rasa ini saja “, ucapa Hyo Jin pada pegawai wanita itu.
“Sekarang anda Tuan, boleh ikut saya, saya akan pilihkan kemeja yang bagus dan cocok buat anda.”, Jong Woon yang mendengr itu , hanya menurutinya saja dengan malas.

Sreettt~

5 menit kemudian , gorden terbuka, menampakkan pria yang begitu elegan dengan tuxedo dan kemeja yang membuat kadar ketampananya semakin bertambah. Mungkin gadis yang melihatnya akan pingsan seketika, ketika, melihat penampilan Jong Woon kali ini. Agak berlebihan mungkin, tapi, inilah kenyataannya. Hyo Jin tertegun seketika melihat pria yang ada dihadapannya. Benarkah ini Jong Woon? Jong Woon yang dipandang hanya memandang datar yeoja dihadapannya. Tak ada raut kesenangan dalam wajahnya.

“Omo~ Tuan , Nona , anda begitu serasi. Pakaian ini sungguh cocok untuk anda. Bolehkah saya mengambil foto anda berdua ?” , tawaran itu , hanya diiyakan sebelah pihak oleh Hyo Jin. Jong Woon bingung dan hanya mengikuti saja dengan terpaksa.

“Lebih dekat nona~” perintah pegawai wanita itu dengan sumringah.  Hyo Jin menuruti pegawai itu untuk mendekat. Walau sedari tadi , degup jantungnya tak dapat dikontrol lagi. Sedangkan Jong Woon? Jong Woon hanya melihat tak suka, dan mengalihkan pandangannya pada pegawai wanita itu dengan senyuman yang dipaksakan natural.

“ Hana. . Deul . . Set  Jeprret!” “Whoaa~ pasangan yang serasi, membuatku iri”, ucap pegawai wanita itu.
Hyo Jin hanya membalasnya dengan senyuman.

             Sementara itu, mereka tidak tahu bahwa ada seseorang yang  tidak sengaja melihat kedua insan dibalik jendela transparan butik tersebut dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Hingga akhirnya, tatapan Jong Woon dan yeoja dibalik kaca jendela itu bertemu. Yeoja itu  Hyun Yoo.  Jong Woon dengan senyum yang dipaksakan tadi itu kembali memudar .  Hyun Yoo yang mendapat balasan tatapan dari Jong Woon , langsung beralih, dan pergi dari tempat itu. Dada Hyun Yoo tiba-tiba bergemuruh , ada sesuatu yang ganjal dalam hatinya. Kenapa ia begitu sakit melihat Jong Woon berdua dengan yeoja lain dengan memakai gaun pengantin. Apakah mereka akan segera menikah? Mungkin ia. Dan memang apa urusannya dengannya. Seharusnya sebagai sahabat tidakkah ia akan merasa senang jika sahabat sendiri sudah menemukan pendamping hidup? Kenapa hatinya begitu sakit , sampai-sampai tak terasa peluh sudah membasahi pipi putihnya saat ini. Ia tak kuasa membendungnya “Hey, kenapa aku menangis? Ada apa denganku? Seharusnya aku ikut senang jika, sahabat sendiri akan menikah ,kan? Kenapa malah sedih dan sakit seperti ini?” , gumam Hyun Yoo yang terus menerus meruntuki dirinya. “Aissh, aku mungkin sudah gila”, lanjutnya sambil mengusap kasar peluh yang terus membasahi pipinya. Tak diperdulikannya , orang yang melihatnya dengan tatapan heran. Dia terus melangkahkan kakinya asal tanpa arah.


            Kaki Jong Woon seperti beku seketika. Entah kenapa ia merasa bersalah pada Hyun Yoo saat ini. Matanya hanya menatap Hyun Yoo yang mulai berjalan menjauh dari butik tesebut. Ingin ia berlari mengahmpirinya saat ini juga. Ya, ia harus berlari menyusulnya. Tapi, kenapa kakinya begitu kaku? Dilepaskannya jas dan tuxedo yang ia pakai , dan mulai melangkahkan kaki keluar butik tersebut. “Jong Woon!!”, mata Hyo Jin terbelalak kaget dengan sikap namja itu. Tak diperdulikannya Hyo Jin yang memanggilnya. Ia harus menjelaskannya pada Hyun Yoo. Tunggu! Menjelaskan untuk apa?  Dia saja tidak ada hubungannya dengan Hyun Yoo, hanya sekedar sahabat. Dan apa masalahnya ? Apapun itu, Jong Woon tak peduli, ia tetap akan menyusulnya.

“Kajimaa~~” lirih Jong Woon yang terus berlari mengikuti Hyun Yoo.

“Jebal , kajima~~”, lirih Hyo Jin sedih pada Jong Woon yang sudah hilang dalam jarak pandangnya. Ia 
meremas gaun yang dipakainya . Kakinya terasa lumpuh , dia sudah tak bisa menopang tubuhnya lagi. Iapun tersungkur dilantai.

“No..na? Gwenchana?”, tanya pegawai itu cemas. Park  Hyo Jin hanya menundukkan kepalanya, meremas gaun pengantin itu sedih.

Hyun Yoo, kau tahu ini begitu sakit untukku ,
Kau juga harus merasakan hal yang sama sepertiku,
Aku tak terima ini, Jong Woon , kau harus jadi milikku, apapun itu, karena aku mencintaimu. .
-Park Hyo Jin-

Hyun Yoo terus berlari . Tak terlalu berkonsentrasi dengan jalan didepannya. Terkadang ia tertabrak oleh orang yang sibuk lalu lalang melaluinya.  Tetes demi tetes air mata terus meluncur dari mata indahnya.
“Oh, jebal Hyun Yoo, kenapa kau tak berhenti menangis~”, gumanya yang mengusap air matanya kasar. Lama-lama langkah Hyun Yoo , semakin lemah.  Ia terlihat sedikit terseyok-seyok, seolah tubuhnya tak bisa lagi di topang.  Dia terus berkutat dengan pikirannya sampai akhirnya ia tak mengerti bahwa lampu di seberang jalan masih menunjukkan warna hijau. Dia terus menyebrang tanpa melihat kanan dan kiri. Dari arah kiri, terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang , yang menuju arah yeoja itu. Semakin dekat, dan semakin dekat , hingga kemudian sebuah tangan berhasil menarik paksa tangan yeoja itu. Membuat  yeoja itu terhuyung ke belakang dan membalik paksa tubuhnya yang sukses ditangkap oleh tubuh bidang seorang namja. Namja yang tak lain adalah Jong Woon , mendekap Hyun Yoo begitu erat, seakan ia takut kehilangan yeoja itu. Jong Woon menutup matanya, Ia masih menikmati moment ini. Ia bisa merasakan kehangatan dan kenyamanan khas dari yeoja yang didekapnya saat ini.
Ia juga merasakan bahwa yeoja yang didekapnya ini sedang menangis. Terlihat jelas dari tubuh yeoja ini yang bergetar dan terisak.

Tak berselang kemudian, Hyun Yoo baru menyadari bahwa ia didekap oleh seorang namja. Tapi, siapa dia? Bau ini seperti bau yang khas tubuh namja di butik tadi. Tidak mungkin dia!

“Jong Woon~”, gumamnya dalam hati dengan mata masih terbelalak kaget, tak percaya akan hal ini.

“Lepaskan !!” , Hyun Yoo mencoba melepaskan diri dari dekapan Jong Woon. Pemberontakan itu, tak mempan baginya. Jong Woon malah semakin mengeratkan dekapannya.

“Babo, kau tidak tahu kalau rambu lalu lintasnya masih hijau. Apa yang sedang kau pikirkan? kalau saja , aku tak menarik tanganmu , kau pasti akan tertabrak mobil. Aku tak ingin itu terjadi.” , ucapnya lembut di sela pelukannya. Hyun Yoo terdiam sejenak . Dan kemudian mulai memberontak.

“Lepaskan aku ~” , sedikit lirih dengan suara bergetar. “Aku bilang lepaskan aku babo ! Aku tak bisa bernafas ! aish~”, desak Hyun Yoo. Jong Woonpun melepaskan tubuh Hyun Yoo dari dekapannya.  

“Mianhae”, ucap Jong Woon pelan, menatap yeoja yang dihadapannya yang terlihat terus menunduk. Jong Woon mengerti bahwa ia menyembunyika sesuatu darinya. Kenapa ia tak jujur padanya saja?

“Ani, bukan salahmu”, Hyun Yoo menggelengkan kepalanya dalam wajah tertunduk. “Aku memang sudah gila. Mianhae. . keurigo . . Chukhae~”, Hyun Yoo membalikkan tubuhnya sambil terus menundukkan kepalanya  dan kemudian berjalan menjauhi Jong Woon.  

Jong Woon menatap punggung tubuh Hyun Yoo yang semakin menjauh . Tidak! Dia seharusnya tidak diam saja. Ia tidak ingin yeoja itu menyalahkan dirinya sendiri seperti itu. Hingga tak terasa kaki Jong Woon mulai bergerak, hendak melangkah menyusul yeoja itu. Dengan langkah pasti Jong Woon melangkah , berjalan menyusul  yeoja itu. Ia menarik pundak yeoja itu agar berbalik mengahadapnya. Tubuh yang ditarik sedikit terlonjak . Hyun Yoo mendongak membelalakkan matanya. Seketika . . . Chu~ Jong Woon berhasil mencium bibir pink Hyun Yoo saat yeoja itu mendongak. Hyun Yoo masih terbelalak kaget . Matanya masih terbuka. Ia merasa tubuhnya telah beku. Entahlah, dia tak bisa menolak ciuman ini. Saat ini, Ia masih bisa melihat wajah Jong Woon sedekat ini dengan mata yang masih terpejam . Sedetik kemudian, Jong Woon membuka matanya dan menjauhkan mukanya dari Hyun Yoo. Dia tersenyum melihat ekspresi terkejut Hyun Yoo saat ini. Lihatlah ! Hyun Yoo tampak berkedip mata puppy eyesnya berkali-kali untuk menetralisir kegugupannya dan kekagetannya. Hyun Yoo menelan salivanya kasar sambil terus menatap wajah tampan Jong Woon.  Itu yang membuat Jong Woon semakin ingin menciumnya. “Hehe. . dia lucu sekali”

“Apa maksudmu dengan . .”,

“Saranghae Hyun Yoo~ ”, ucap Jong Woon tiba-tiba. Akhirnya ucapan itu meluncur saja di bibir namja ini. Perasaan yang selama ini ia tutupi , akhirnya terkuak sudah. Dia sudah tak tahan lagi menahan perasaannya lebih lama. Mungkin menurutnya , inilah waktu yang tepat.

“ MWO?!”, Hyun Yoo terbelalak kaget dengan pengutaraan Jong Woon. Apa yang dia katakana? Apa ia tidak salah dengar? Apa ia sekarang ada di alam mimpi? Tidak, tidak, ini nyata.

“Ma-mak-sudmu?”, ucapnya gugup.

“Sepertinya aku mencintaimu , bahkan aku mencintaimu sebelum kau bersama Dong Hae, Apalagi saat kau menjadi pacar namj aitu , hatiku rasanya kelu, tapi, saat melihatmu tersenyum bahagia di sampingnya. Aku ikut bahagia. Mungkin dia bisa menjadi  yang terbaik untukmu. Aku rela mengorbankan cinta ini hanya untuk melihatmu bahagia, Dan setelah kepergiannya , aku semakin menyayangimu sebagai yeoja yang special di hatiku. Aku akan berusaha menjadi namja yang bisa kau jadikan sandaran saat kau bersedih . Aku ingin menggantikan Donghae dihatimu , bisakah? ”, Jong Woon terus menatap lekat yeoja yang ada dihadapannya , meminta sebuah jawaban dari pernyataannya.

“Dan. . apa yang aku liat di butik itu? Bukankah kau . . ” Hyun Yoo bertanya balik , seperti meminta sebuah penjelasan.

“Itu . .  aku dipaksa menikah oleh gadis itu, hanya untuk kepentingan bisnis Ayahku. Dia ingin mengambil keuntungan dari pernikahan ini. Tidakkah itu tindakan egois?  Tapi, aku tak ingin, aku tak ingin menikah dengannya Hyun Yoo-ah . Aku mencintaimu . Aku tak ingin menikahi seorang yeoja selain dirimu.” Ucapnya  pada Hyun Yoo sambil memegang tangan Hyun Yoo dan mengusapnya pelan.

“Dan . . .Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, kau bisa memikirkanya”, lanjutnya lagi disertai senyum simpul tampan namja ini. Hyun Yoo menghembuskan nafasnya pelan .  Seolah mengumpulkan energy untuk mengungkapkan sesuatu yang sulit sekali untuk diucapkan saat ini. Perasaan sesungguhnya yang ada pada dirinya. Hyun Yoo menunduk sejenak, sekilas melihat pertautan tangannya yang terus di genggam oleh Jong Woon. Ia tersenyum, dan kemudian mendongak, memberanikan menatap manik mata Jong Woon. Manik mata Jong Woon yang teduh dan nyaman itu kini menatap mata indah Hyun Yoo.  Mereka saling menatap satu sama lain. Walau saat ini detak jantung mereka  teus saja berlomba-lomba untuk berdegup cepat . Hyun Yoo harus memberanikan diri. Iapun lantas tersenyum.

“Ani, aku takut jika tak mengungkapkannya sekarang , aku akan menyesal untuk selamanya. ”, ucapnya kemudian.

“Aku baru merasa bahwa kehadiranmu selalu berarti buatku. Mungkin karena kau selalu ada untukku saat aku sedih dan aku membuatku selalu nyaman bersamamu . Ditambah lagi Hatiku selalu berdetak jika di sampingmu. Entah kenapa, aku sakit melihatmu bersama yeoja lain. Hatiku sesak . Mungkin aku sudah gila. Tapi . . aku juga mencintaimu Kim Jong Woon, Saranghae~” lanjutnya.

 Seketika , hati Jong Woon seperti terdapat kembang api , yang di dalamnya mereka meletus indah menghiasi relung hatinya. Oh, akhirnya , inilah yang ia tunggu selama ini. Ia pun tersenyum bahagia.
Jong Woon langsung membawa tubuh mungil Hyun Yoo dalam pelukannya.

“ Berjanjilah, untuk tetap disampingku , apapun yang terjadi. Jangan menghilang dari jarak pandangku. Mengerti?”  Hyun Yoo hanya tersenyum dan menanggapinya dengan anggukan kepala di sela pelukan mereka. Jong Woon bisa merasakan pergerakan itu. Dan semakin mengeratkan pelukannya pada Hyun Yoo.

“Gomawo” , lirih Jong Woon, di samping telinga Hyun Yoo. Hyun Yoo hanya tersenyum dan mulai memejamkan matanya menikmati aroma Jong Woon dalam dekapannya. Mereka saling menyalurkan perasaan bahagia mereka dalam kenyaman pelukan tersebut.

Berbeda jauh dengan seseorang yang melihat nanar kejadian tersebut, bahkan dia telah melihat adegan ciuman itu, didepan mata kepalanya sendiri. Seketika tubuhnya bergetar hebat, tanganya mengepal, meremas ponsel yang sedari tadi digunakannya untuk menelpon Jong Woon, tapi,  tak dianngkatnya. Tidakkah itu menyakitkan? Dicampakkan dan dipermalukan di butik tadi membuatnya geram.

Aku tak tahan lagi!!Kau akan mendapatkannya Hyun Yoo-ah!! Kau akan merasakan sepertiku!! bagaimana dicampakkan dan dipermalukan sepertiku!! 
-Park Hyo Jin-


Kya! Kya! Akhirnya bertahun-tahun sudah FF ini baru di posting #alay
Mian, sempet lupa sama ceritanya. .
and Mian kalau ada typo-typo yang gak jelas . . dan berantakan . .
Maklum Buatnya ngebut ~~~ :3
Bye! See you next year! Eh, next time!


****************************

CRUSH --- CHAPTER 4B (Continue)



“ KAU AKAN MENIKAH DENGAN PARK HYO JIN SECEPATNYA! TAK ADA PENOLAKAN JONG WOON !” , teriak suara di balik ponsel itu. Siapa lagi kalau bukan Tuan Kim, yang pagi-pagi sudah meledakkan amarahnya pada namja itu. Karena dia sudah geram dengan sikap anaknya yang mulai membuatnya jengkel.

“Tapi, ABOJI!”
PLIP!
Si empunya malah mematikan ponselnya secara sepihak. “Yakk ABOJI!!” . “Aissh , Jinja~” , sambil mengacak-acak rambutnya kesal. 
                                                               
TING TING!
 Pintu apartement Jong Woon berbunyi. Sejenak ia terperanjak.
“ Nugu?” batinya.
Klek!
Pintu apartement terbuka. Menampilkan sesosok wanita cantik dengan dress creamn kasualya selutut, menambah aura kecantikan yeoja itu. Hyun Yoo. Ya, yeoja itulah yang berdiri di depan apartement Jong Woon.
“ Eo?!” Hyun Yoo agak kaget, karena sepertinya Jong Woon baru bangun dari tidurnya. Baju terlihat lusuh dan rambut yang acak-acak. Menggambarkan Jong Woon mungkin juga belum mandi.

“ Yakk! Kau belum mandi eoh? “ , ejek Hyun Yoo melihat penampilan Jong Woon, sahabat kecilnya itu. Yang di tanya malah tak menjawab.

“ Anyeong~~ Anyeong~~” kibas tangan Hyun Yoo ke depan muka Jong Woon.
Seketika Jong Woon mengedipan matanya berulang kali , menyadarkan diri. Entah kenapa, ia sejenak terpesona dengan penampilan Hyun Yoo.

“ Gwenchana? “ Tanya Hyun Yoo memastikan.
“e-eoh” , angguk Jong Woon gugup, sambil mengusap-usapa tengkuknya.

“ Kau tak mempersilahkan tamu terutama sahabatmu ini masuk?” , Tanya Hyun Yoo menyipitkan matanya sambil menyilangkan tangan di depan dada, dan sesekali mempoutkan bibirnya pulnya.

“Eoh, keureom, masuklah~” ,ucap Jong Woon memepersilahkan Hyun Yoo. Yang di persilahkan langsung menuju ke dapur dekat ruang tamu.

“ Kau. . Kau kenapa sepagi ini datang ke rumahku?” , tanya Jong Woon.

“ Emm. . aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkanku kemarin malam, dan untuk imbalanya aku akan memasakkanmu masakan yang paling special.”, jawab Hyun Yoo dengan senyumnya.

“Geure ! aku jadi penasaran!”, ucap Jong Woon antusias.

“ Palli ~ mandilah! Aku tak mau masakanku ini di makan oleh orang bau seperti kau” , pinta Hyun Yoo sambil mengibaskan sebelah tangannya ke hidungnya.

“ Heissh! Arra!” angguk Jong Woon dengan senyumnya kemudian. Dan iapun bergegas ke kamar mandi.

Selesai ia mandi dan berganti pakaian, iapun langsung menemui Hyun Yoo , dan duduk di meja makan yang tak jauh dari jarak pandangnya melihat yeoja itu. Tangan satunya ia gunakan untuk menopang dagunya. Sambil secara lekat memperhatikan setiap gerakan yang Hyun Yoo lakukan di dapur. Apalagi dengan celemek yang ia pakaipun ia masih terlihat mempesona. Ingin sekali Jong Woon memeluk Hyun Yoo dari belakang, tapi, itu tak mungkin, karena ia belum mengungkapkan perasaannya pada yeoja itu. Apalagi status mereka hanyalah sekedar teman dekat. Dia pasti akan terkejut , jika tiba-tiba aku memeluknya. Ia harus menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya. Tapi, kapan? Ia juga tak tahu kapan. Yang pasti , biarlah ini berjalan sesuai waktu.

“Taddaa~ Bibimbap ala Hyun Yoo” , ucapnya riang dengan menyuguhkan masakan yang sudah jadinya di atas meja makan Jong Woon.

“ Eoh” , membuat Jong Woon membuyarkan lamunannya.

“ Cicipilah~ katakanlah dengan jujur, enak atau tidak . Arrasho?” , ucap Hyun Yoo antusias saat Jong Woon mulai menggapai makanan dan akan memasukkan ke mulutnya.  Di tatapnya penasaran, Jong Woon yang mulai mengunyah dan merasakan masakannya.

“Enak ?” tanya Hyun Yoo penasaran , sedikit menyipitkan matanya.

Ekspresi Jong Woon masih datar. Tak ada ekspresi yang menggambarkan enak atau tidak masakan buatan Hyun Yoo itu.

“ Emm. . sedikit asin . Tapi, Over All enak. Hemm. . Masitta~”, ucap Jong Woon yang mulai menyendokkkan lagi makanan itu ke mulutnya.

“ Jeongmal ?”

“ Em” , angguk Jong Woon mengiyakan, dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
Hyun Yoo hanya menahan tawa melihat tingkah Jong Woon yang terlihat sangat lucu.


                                              *********************************

Ngeekkk~ Mianhae terlalu pendek ,
Part 5 akan lebih panjang kok ^__^ langsung di share
Mianhae ada typo -typo yang kurang mengenakkan badan.